Quick Win

Hari ini saya hadir di Sekolah Ehipassiko, BSD City. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang sedang dalam perjalanan mengimplementasikan sistem The Leader in Me (TLIM). Sebuah sistem yang membantu sekolah untuk menumbuhkan budaya dan karakter kepemimpinan. Ehipassiko baru memulai inisiatif ini beberapa bulan lalu, dan kini sudah memasuki fase implementasi, setelah melalui 4 program pelatihan untuk seluruh guru, staf, manajemen, dan tim change agent yang disebut dengan Lighthouse Team.

Nah, setiap bulan, saya hadir ke sekolah-sekolah TLIM untuk melakukan Lighthouse Team Coaching, guna memfasilitasi tim ini mengeksekusi rencana-rencana yang telah dirumuskan.


Setidaknya 2 kali sudah di awal tahun 2014 ini saya melakukan LT coaching. Satu di Ehipassiko, satu lagi di Sekolah Embun Pagi. Dan masalah di kedua sekolah ini mirip: konsisten menggulirkan implementasi rencana-rencana yang telah ditetapkan.

Membangun budaya memang memerlukan waktu. Maka proses TLIM paling cepat baru terasa hasilnya dalam 3 tahun. Kami tidak akan menawarkan pada klien kontrak TLIM kalau mereka tidak siap dengan komitmen 3 tahun ini. Sebab investasi yang paling besar sejatinya ada pada kesungguhan untuk mempraktikkan segala yang telah dipelajari dalam pelatihan di kehidupan nyata.

Dalam 2 coaching terakhir inilah saya teringat kembali 2 buah kata yang dulu kerap saya dengar sewaktu masih berkarya di Asuransi Astra. Ia adalah 2 kata yang selalu kami tanyakan setiap kali memulai inisiatif baru. Dua kata yang menjadi kata kunci untuk memastikan sebuah inisiatif baru, sebuah perubahan, mulai bergulir. Ia adalah: Quick Win.

Perubahan besar, inisiatif besar, tentu sangat menginspirasi saat dicanangkan. Namun hasil besar tentu memerlukan waktu. Jika kita hanya fokus pada hasil besar itu, mungkin kita akan kehabisan energi, sebab saking besarnya. Maka kami selalu bertanya-tanya, “Terkait dengan tujuan jangka panjang itu, apa kemenangan kecil, quick win, yang secara nyata bisa kita ciptakan dalam waktu paling lama 1 bulan ini? Dan apa langkah nyata yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan quick win itu dalam paling lama 1 minggu ke depan ini?”

Quick win, adalah kemenangan kecil, sebuah perubahan nyata yang menjadi tonggak bergulirnya perubahan. Tanpa quick win, perubahan besar bisa tak terasa, dan lama kelamaan menghilangkan semangat yang sempat dibangun kala menyusun rencana di awal.

Quick win sejatinya adalah strategi manajemen perubahan yang memfasilitasi fitrah dasar manusia untuk mengubah kebiasaan. Manusia memerlukan hasil nyata yang bisa terlihat, terdengar, terasa, sehingga keyakinan mulai tumbuh. Sebuah kaidah pernah kami dengar, mengatakan bahwa keyakinan itu kakinya 3. Artinya, perlu setidaknya 3 kali kejadian untuk membuat kita yakin. Sekali waktu kita melewati satu jalan, ban kendaraan kita bocor. Kali kedua, bocor lagi. Kali ketiga pun sama. Apa yang akan kita katakana setelah itu? Ya, biasanya, “Hati-hati, di jalan sana itu sering ada yang bikin ban bocor!”

Quick win, adalah cara menyiasati kaidah 3 kaki keyakinan ini. Kita perlu kemenangan-kemenangan kecil, nyata, yang meski sederhana, telah menumbuhkan keyakinan kita bahwa perubahan ini nyata, perubahan ini serius adanya. Tanpa ada kemenangan kecil, pesimisme lah yang hadir, menggembosi semangat yang telah tumbuh sebelumnya.

Maka apapun rencana baru yang kita miliki, selalu tanyakan, “Apa quick win dari rencana ini?” Lalu wujudkan lah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>