Dijalankan dengan Cinta

Ilmu adalah wujud cintaNya. Dia jadikan insan pengelola muka bumi, padahal lemah belaka sejak lahirnya. Manusia beranjak mulia tersebab ilmu yang dimilikinya. Tengoklah sejarah Adam, manusia pertama, kala dipertanyakan penciptaanya, Allah tunjukkan kekuatan berupa kemampuan menyebutkan nama-nama. Lalu seketika tunduk sujudlah malaikat yang telah jauh mengabdi lebih lama.

Ketika kita perhatian akan keselamatan seseorang, kita membekalinya dengan nasihat. Dengan ilmu. Dengan peringatan. Sesuatu yang tak kita lakukan pada mereka yang tak masuk dalam radar cinta kita. Ilmu, adalah wujud cinta.

Maka menapaki jalan ilmu, mestilah dengan berbekal cinta. Cinta pada Tuhan. Cinta pada kebaikan dan kebenaran. Cinta pada sesama. Cinta memberikan kemanfaatan. Cinta pada ilmu itu sendiri, sebab sesuatu yang mengantarkan pada sesuatu sungguh layak dicintai layaknya sesuatu itu sendiri. Bukankah kita belajar tuk jadi amal? Dan bukankah amal tuk jadi manfaat? Lalu bagaimana kita hendak memberikan sebaik-baik manfaat, jika tanpa cinta?

Mengamalkan ilmu berarti memilih tuk mengabdi. Dan pengabdian, kan meminta segalanya dari kita. Kesabaran, kesyukuran, keikhlasan. Dan cinta. Tanpa cinta, pengabdian hanya kan lahirkan gerutuan. Cinta lah, nuansa nama-namaNya yang paling awal diperkenalkan pada kita, yang kan jadikan semuanya penuh tenaga.

Tengoklah saat-saat lelah, jenuh, bosan, malas. Ada kah cinta dalam hatimu?

Tandailah saat-saat penuh semangat, antusiasme, energi. Bukankah cinta yang memenuhi jiwamu?

Pada tiap ilmu yang kita pelajari, tiap halamannya, tiap kalimatnya, tiap katanya, tiap hurufnya, terkandung cinta dari mereka yang menulisnya. Takkan terbayang mungkin di kala itu, bahwa ilmu yang dikembangkannya kan sampai ke hadapan kita. Jadi mustahil jika niatnya merumuskan ilmu bukan karena cinta.

Ada keteguhan, kesungguhan, pengorbanan, keikhlasan. Dan cinta, pada tiap-tiap goresan pena. Rasakanlah. Resapilah. Niscaya kan kita temukan rahasia-rahasia di balik tinta yang tertera.

Jika sudah demikian, bukanlah jauh lebih layak kita kau jalani pula belajarmu dengan rasa yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>