Kerjakanlah Tiap Urusan

“Bagaimana kah tetap produktif di masa sulit?” tanyamu.

Lalu hadirlah firmanNya.

“Bukankah Kami telah melapangkan hatimu? Dan Kami pun telah meringankan beban darimu, yang memberatkan punggungmu, dan Kami tinggikan namamu.”

Asy Syarh: 1-4

Dalam seberat-berat keadaan, jika nafas masih di kandung badan, kita sejatinya masih diberi kekuatan. Dan kenyataan bahwa diri ini masih sadar pada apa yang menimpa, ia lah tanda bahwa Allah masih berikan kelapangan hati. Bukankah kesulitan tak hanya terjadi sekali ini? Bukankah sekian kali kita berhasil melewati? Dalam banyak kali itu, telah diangkatNya beban ini. Dalam banyak kali itu, Dia tinggikan diri ini, tersebab pengalaman yang dialami. Ya, pada tiap pengalaman mengandung pelajaran. Dan pada tiap pelajaran diri ini ditingkatkan.

“Sungguh, beserta kesulitan ada kemudahan. Sungguh, beserta kesulitan ada kemudahan.”

Asy Syarh: 5-6

Dua kali disebutkannya, agar jiwa yang lemah yakin dan tak merasa salah dengar. Tengoklah pengalaman lampau, bukankah kesulitan di masa lalu adalah kemudahan di masa kini? Pada titik terendah dalam hidup, jiwa ini sedang dididik. Sekian tahun kemudian, kokohlah ia berdiri, sanggup menjalani segala kesulitan yang menanti.

Sebab memang demikianlah hakikatnya. Kesulitan dan kemudahan adalah hal yang sama. Sebab kejadiannya netral belaka. Kita kesulitan, sebab belum memahami bagaimana cara mengatasinya. Dalam kesulitan itu, terbukalah ruang pembelajaran, yang kala diisi dengan pembelajaran, ia kan lahirkan kemudahan nanti.

Maka insan produktif mengganti keluhannya dengan pertanyaan. Alih-alih mengatakan sesuatu sebagai sulit, ia bertanya, “Apa yang belum kupahami? Apa yang kupelajari? Bagaimana aku bisa belajar? Pada siapa aku bisa berguru?” Sebab diyakininya dengan kokoh, kesulitan adalah ruang pembelajaran yang disediakan baginya. Takkan ia sia-siakan dengan hanya sekedar keluhan.

Apatah lagi ini memang sudah jadi perintahNya.

“Apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka tetaplah bekerja keras untuk urusan berikutnya. Dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya kamu berharap.”

Asy Syarh: 7-8

Sudah. Yakin lah sudah. Dalam tiap kesulitan ada kemudahan. Bukankah durasi kemudahan selalu lebih panjang dari kesulitan? Maka berhentilah mengeluh, dan segeralah selesaikan segala urusan, setiap kali selesai yang satu. Jangan diam. Bergeraklah, bekerjalah. Berhentilah berharap pada yang tak mampu memberi. Bagaimana kah hendak memberi, sedang ia pun tak memiliki.

Hampir tak ada waktu tuk berleha-leha, bagi insan yang meyakini ayat ini. Bersama kesulitan ada kemudahan. Maka seburuk apapun hasil yang didapat kini, teruslah bekerja dengan sungguh-sungguh atas urusan berikutnya. Pun jika hasil baik yang didapat, ia tak jua berhenti. Karena tugas berikutnya telah menanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>