Rutinkanlah Perbaikan dan Pembersihan

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”

Asy Syams: 9

Aku termasuk orang yang malas meng-update aplikasi di HP. Sebabnya, hampir tiap minggu ada saja notifikasinya, yang tidak satu dua. Jika dilakukan tanpa sinyal wifi gratisan, maka kuota kan habis seketika. Maka pernah suatu kali kubiar-biarkan saja notifikasi segunung itu. Paling-paling hanya beberapa yang sering kugunakan saja yang kurelakan kuotaku untuk meng-update nya.

Namun rupa-rupanya, aku dikejutkan oleh kondisi HP yang tak terduga. Pada suatu waktu, ia panas dan baterai cepat habis. Restart, sudah. Matikan beberapa menit, sudah. Begitu dinyalakan, tak berubah. Panas, baterai cepat habis, kerja lambat pula.

Setelah kutanya sana sini, banyak saran berujung pada 1 muara: reset total. Instal ulang seluruh aplikasi. Risikonya, banyak data kan hilang. Bisa di back up, tapi tentu ada saja yang pasti tak kembali.

Singkat cerita, langkah ini kulakukan. Dan benar saja, kerja HP ku normal kembali. Cukup melegakan, meski tahu ada risiko kehilangan beberapa data. Namun kembalinya kerja yang normal ini jauh lebih membahagiakan rasanya.

Malam itu ku merenung panjang. Mencoba memetik hikmah yang disediakan dalam tiap kejadian. Ya, ini bukan sebuah kebetulan. Tak satu pun daun jatuh kecuali atas izinNya, dan dalam kesia-siaan belaka. Pastilah ada pelajaran yang mesti kuambil darinya. Dan inilah dua darinya.

Pertama, rajin-rajinlah melakukan upgrade dalam diri. Iman, ilmu, dan amal. Iman bukan barang jadi. Ia tak dapat diwarisi. Begitu pun ilmu. Apa yang berarti saat ini, bisa segera usang dalam hitungan hari. Sama pula halnya amal. Yang bernilai detik ini, kan rendah esok pagi. Maka perbaruilah diri. Rutin. Jangan menunggu semuanya melambat bahkan berhenti.

Kedua, ada kalanya, pembersihan total lah satu-satunya cara. Pembersihan diperlukan sebab yang lama telah bertumpuk dan tak teratur. Tuk ditata pun sulit, karena banyaknya yang diletakkan di sana sini. Ada yang hilang memang, namun kerapkali ia tak terlalu penting. Penghilangan sebagian sejatinya adalah menyediakan ruang bagi pembaruan. Pembersihan pikiran dan jiwa. Perubahan total paradigma. Memulai lagi dari awal. Menggunakan beginner’s mind. Semangat belajar adalah modalnya. Bahwa kita semua selalu akan jadi pemula untuk bisa mendapatkan banyak pembelajaran.

Maka sungguh benar kala difirmankan, betapa beruntung jiwa yang gemar menyucikan dirinya. Sebab yang rajin dibersihkan, kan terjaga keindahannya. Sedang yang dibiarkan, kan memudar perlahan-lahan.

Hati yang jernih nan bening, jelas melihat kenyataan. Karenanya tak mudah tersesat dalam perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>