Untuk Keselamatan

Mengapa perjalanan memerlukan ilmu?

Sebab dalam perjalanan, selalu ada kemungkinan kita tak sampai pada tujuan.

Apa pasal?

Halangan. Tersasar. Kehabisan bekal. Berubah pikiran. Godaan dan berbagai gangguan lain.

Inilah sebab kriteria insan terbaik itu mudah dan terang-benderang adanya. Namun tuk mencapainya diri ini diminta berjuang. Dari perjuangan kan tampak perbedaan, sesiapa yang layak mendapatkan ganjaran lebih tinggi.

Maka ilmu sejati, adalah ia yang mengantarkan kita selamat hingga tujuan.

Tujuan apa?

Sesejatinya tujuan. Tujuan di atas tujuan. Sebab dalam tiap tujuan, pastilah ada tujuan lain yang melatarbelakanginya.

Dan apakah tujuan sejati itu?

Kembali. Kembali pada yang Menciptakan. Kembali pada Sang Pemilik. Ya, kita bukanlah miliki diri kita sendiri. Kita bukanlah pencipta diri kita sendiri. Kita diciptakan. Kita terjadi, bukan menjadikan diri sendiri. Dan dari hari ke hari kita melihat insan pulang satu demi satu, tanpa ada yang sanggup menahan diri.

Maka tiap kali mempelajari ilmu, bertanyalah, adakah ilmu ini membawa keselamatan saat kita sedang kembali? Adakah ilmu ini menjadikan diri lebih baik dari hari ke hari? Adakah ilmu ini mendukung kita menjadi insan yang layak kembali? Adakah ilmu ini mengantarkan kita membawa persembahan pulang terbaik? Adakah ilmu ini membantu kita menjalankan tugas keberadaan diri dan alasan penciptaan?

Inilah sesejatinya takaran kita kala mempelajari ilmu. Ilmu yang mengajak kita meninggi, dan karenanya terus mengajari kerendahan hati. Ilmu yang dalam tiap proses belajarnya senantiasanya mengingatkan diri pada Sang Pencipta. Ilmu yang dalam tiap hurufnya menghadirkan kekaguman padaNya.

Sebab ilmu adalah bagian kecil dari cahayaNya, maka ilmu yang baik pastilah mengantarkan kita mengenali nama-namaNya, sifat-sifatNya, kekuasaanNya.

Ilmu apakah kiranya itu? Ilmu agama kah?

Tidak. Tidak hanya ilmu agama yang mengajarkan dasar-dasar hidup dan berperilaku. Sebab Dia telah perintahkan kita tuk mengamati ciptaanNya, maka tiap ilmu yang kita dapat saat memperhatikan kreasiNya adalah ilmu yang mengantarkan kepadaNya. Hanya saja, niat dan kesungguhanlah yang menentukan hasilnya. Pada niat yang tulus, tersebab cinta dan rindu padaNya, mata hati kan terbuka pada cahayaNya. Hingga meski pikiran baru sampai pada pengetahuan, hati telah sampai pada pemahaman.

Dia rindu pada kita, jauh melebihi rindu kita padaNya. Maka pada tiap kesulitan dalam belajar, pintalah padaNya kemudahan. Inginkanlah kembali dengan keselamatan. Utarakanlah harapan tuk semakin mengenalNya. Dia lah Sang Pemilik. Jika telah berkehendak, Dia kan hujamkan dalam jiwa apa saja yang Dia kehendaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>