Bersyukurlah Kala Berkeinginan

“Sementara memikirkan hal yang kau inginkan, sudah berapa kali kah mensyukuri apa yang telah kau miliki?”

Adalah janjiNya, bahwa pada tiap kesyukuran, kan ditambahkan kenikmatan. Sebab memang tak ada yang lebih layak dipanjatkan hamba selain rasa syukur. Apatah lagi kala diinsyafi bahwa tuk bersyukur pun, insan memerlukan nikmat yang Dia berikan. Ah, lalu adakah pinta jika bukan untuk syukur semata?

Berkeinginan, adalah fitrah insan. Sungguh Dia memahami itu lebih dari kita. Maka pada tiap pinta Dia ganjar dengan pahala, meski pengabulannya tak serta merta.

Apa pasal?

Tentu sebab Dia lebih tahu mana yang terbaik bagi sang peminta. Permintaan, memang sejatinya bukan ditujukan tuk pengabulan. Permintaan, semata dikerjakan sebagai bentuk penghambaan. Karena jika kau tak meminta padaNya, wahai diri, artinya kau berharap pada yang lain. Dan meski itu tak segera mengeluarkanmu dari jalan, bisa jadi ia adalah pengingkaran yang samar.

Maka dahuluilah setiap keinginan dengan kesyukuran. Mensyukuri apa yang telah lewat, mensyukuri apa yang sedang diberi, mensyukuri apa yang kan dialami.

Ah, tunggu dulu! Mensyukuri apa yang kan dialami?

Ya. Pada apa yang kan kau alami, Dia hadiahkan hikmah yang tak terkira bagimu. Perwujudan, berarti benarnya keinginanmu. Penundaan, atau penggantian, berarti teguhnya keyakinanmu. Mana pun di antara keduanya yang Dia hadirkan menjawab pintamu, adalah ruang yang Dia sediakan bagimu tuk tak lain menundukkan jiwa dalam syukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>