Bertanyalah Untuk Bertanya

“Pada tiap yang kau tanyakan, terdapat jawaban.”

Ada dua jenis tanya. Tanya yang berharap jawaban. Dan tanya yang berharap pembenaran. Pada yang pertama terbuka lah pintu-pintu ilmu, dan tak jarang cahaya-cahaya hikmah. Inilah tanya para pecinta ilmu. Pada yang kedua terkunci lah gerbang ilmu, bahkan semakin rapat dibanding sebelumnya.

“Waspadalah dengan pertanyaanmu,” ujar nasihat bijak. Benarlah, sebab pada tiap tanya kan mengalir jawaban. Sedang jawaban itu lah rangkaian petunjuk yang kita butuhkan. Tak heran para pecinta ilmu adalah penggemar tanya. Tanya yang dipenuhi rasa antusias, dan keterkejutan pada kemungkinan jawaban yang terlahir daripadanya. Sebab mereka tak bermaksud mencari pembenaran, maka setiap jawaban adalah ranah baru yang menggairahkan. Tak heran berjuta makna hadir, dari dua jawaban yang tertampak serupa.

“Orang pandai dilihat dari jawabannya. Orang bijak dilihat dari pertanyaannya.” Demikian nasihat lain menghampiri. Jelaslah, sebab para bijak percaya pada keserbamungkinan jawaban terhadap satu pertanyaan. Maka pertanyaan mereka, alih-alih sekedar mengajari ilmu, pun menjadi jalan tuk mendapat ilmu. Para bijak adalah guru dan murid pada raga yang sama. Setelah bertahun-tahun menempa diri tuk menjawab, mereka lanjutkan penempaan pada bertanya. Bertanya yang menjawab, sekaligus bersiap menerima hikmah baru.

Maka sadarilah, wahai diri, pada apa-apa yang kau tanyakan, pada dirimu dan orang lain. Sebab sekali pertanyaan terlontar, ia tak bisa tidak mendapat jawaban. Pertanyaanmu bisa jadi adalah jalan kecelakaan dan keselamatan pada saat yang sama.

“Lalu bagaimana aku bisa bertanya yang hadirkan manfaat?” mungkin tanyamu.

Bertanyalah dengan keingintahuan. Dengan murninya sikap seorang anak. Dengan kesungguhan seorang pelajar, meski telah dianggap pengajar. Sebab kau tak pernah tahu Dia kan curahkan ilmu lewat mana. Bisa jadi hikmah besar Dia hadirkan lewat lisan seorang yang tertampak hina bagi kebanyakan orang. Ketakziman ala seorang murid adalah keadaan hati yang tak boleh lepas barang sedetik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>