Guru yang Baik

“Guru yang baik, tak pernah pensiun sebagai murid yang baik.”

Guru yang baik, adalah ia yang mampu mengajak murid dari pelajar menjadi pembelajar. Pembelajar, adalah mereka yang terus bergairah dengan ilmu, meski telah bertahun-tahun usai dari rutinitas sekolah, atau bahkan tak pernah sekolah sama sekali. Pembelajar, adalah mereka yang memahami bahwa ilmu sejati ada dalam pengembaraan di alam semesta, bukan hanya di buku-buku teks semata.

Maka mustahil seseorang menjadi guru yang baik, yang mampu menginspirasi muridnya menjadi pembelajar, jika ia sendiri jauh dari itu. Jika sang guru sendiri tak bergairah dengan ilmu. Jika sang guru, telah menutup pintu-pintu hikmah kala menyelesaikan bangku sekolah. Sebab gairah terhadap ilmu bukanlah sesuatu yang bisa didapat dari buku, melainkan diteladankan dalam laku.

Tengoklah para guru yang lahirkan pencinta ilmu. Niscaya kan kita dapati ia pun adalah pemburu ilmu hingga akhir hayat. Pengajaran pada murid bukanlah sekedar kerja semata. Ia adalah cara tuk menjadikan para murid sejajar dengannya, hingga kemudian menjadi rekan seperjalanan, seperjuangan. Guru sejati tak pernah berkehendak selalu lebih tinggi dari muridnya. Justru ia doakan sang murid agar segera setara, memahami bahwa dunia ini terlalu luas untuk dijelajahi sendirian.

Guru yang baik, tak pernah pensiun sebagai murid yang baik.

Ya, sebab kala murid baru beranjak menjadi guru saja, ia membutuhkan guru tuk mengajarinya cara mengajar. Membantunya mengemas ilmu hingga mudah dipahami orang lain. Tak mesti mereka yang cemerlang sebagai murid, kan segera cemerlang pula sebagai guru. Diperlukan kesungguhan yang sama bagi seorang murid yang ingin menjadi guru.

Guru yang baik, tak pernah pensiun sebagai murid yang baik.

Sebab ia yang tak pernah berhenti belajar, takkan pernah menjadi tua. Maka guru yang berhenti menjadi murid kan menua jiwanya, pikirannya, lalu letih tak berdaya. Tak sanggup mengikuti irama muridnya yang baru saja tercerahkan.

Guru yang baik, tak pernah pensiun sebagai murid yang baik.

Menjadi guru dan menjadi murid sama belaka. Tujuannya adalah ilmu. Guru sejati hanya menganggap dirinya lebih dulu tahu, tapi tak pernah lebih banyak tahu. Sebab kala sang murid cepat belajar, lalu berdiri di atas tangga pengetahuan yang telah dibangun, ia kan mampu melesat jauh lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>