Jalankan Tugasmu

Ujung dari pembelajaran adalah hasil. Dan hasil lahir dari tindakan. Tindakan lahir dari keterampilan. Keterampilan lahir dari latihan. Latihan yang benar memerlukan pengetahuan dan pemahaman.

Tugas guru paling dasar ialah membantu kita tahu dan paham. Itupun berdasarkan pengalaman beliau, yang secara prinsip mungkin masih relevan, namun secara praktis tentu akan berbeda dengan kondisi yang kan kita hadapi. Maka jika memungkinkan, guru kan mendampingi kita sementara waktu untuk meninjau bagaimana kita mempraktikkan apa yang dipahami di lapangan, dan memberikan umpan balik yang diperlukan. Itu pun jelas tak bisa setiap saat, kita mesti berjuang sendiri untuk terus berlatih hingga terampil.

Ya, tak ada proses belajar yang sekali jadi. Keterampilan tak pernah lahir dari kemalasan. Tanpa latihan, tak ada keterampilan. Pun jika telah terampil, jika tak rutin dilatih, ia kan menurun jua. Entropi. Segala sesuatu di dunia ini meluruh, menua, menghilang. Kecuali ia terus-menerus dikuatkan, diremajakan.

Inilah sebabnya, menetapi jalan ilmu ialah menetapi perjalanan tak bertepi. Kita yang perlu untuk terus berjalan agar sampai tujuan. Namun karena kita belum pernah mencapai tujuan, kita memerlukan penunjuk jalan.

Guru adalah penunjuk jalan. Tak lebih dari itu. Penunjuk jalan mesti akurat memberikan arah. Namun ia bukanlah orang yang perlu melakukan perjalanan. Kita lah yang perlu. Kita lah yang punya kepentingan. Maka bukan guru yang bertanggung jawab atas sampainya diri ini. Diri ini sendirilah yang menentukan akan sampai atau berhenti, terus atau berbelok, cepat atau lambat.

Maka ketika sang guru telah memainkan perannya dengan mentransfer pengetahuan, tugasmu lah tuk terus berjalan. Ilmunya tak bisa menjadi bagian dari dirimu. Proses berpikir, merenung, berlatih, mengevaluasi, memperbaiki lah yang memungkinkan ilmu menyatu dalam dirimu.

Belajar bukanlah soal banyak yang didapat, melainkan kerapnya diolah. Ilmu yang terkristalisasi dari pengalaman panjang seorang guru kerap jauh lebih dari cukup untuk kita praktikkan bertahun-tahun. Sebab bagian dari keahlian seorang guru bukanlah mengajarkan banyak, melainkan mengajarkan yang inti sebab telah menyingkirkan yang tak relevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>