Kedamaian Selalu Berasal dari Kebaikan

“Takkan pernah damai dirasakan, kecuali berbalut kebaikan.”

Kedamaian hati, adalah hadiah bagi insan yang teguh dalam berkebaikan. Ia tak bisa dibeli, begitu pun ia tak bercampur dengan keburukan. Tak mesti ia bersemayam dalam kesenangan, bahkan kadang justru ia hadir dalam kesulitan.

Sebab memang bukan pada kemudahan dan kesenangan itu selalu terdapat kedamaian. Bukan pula kesulitan dan musibah melulu berurusan dengan kegelisahan. Kata kuncinya adalah kebaikan. Di jalan-jalan kebaikan, kesenangan dan kesusahan sama belaka. Kedamaian bisa terasa, meski berbentuk peluh atau senyuman.

Maka bukanlah damai itu dicari dari luar. Ia ada di dalam semata. Terasa setitik demi setitik, lalu meluas hingga menembus batas-batas diri. Ia tak didapat, melainkan diusahakan. Ia alamiah semata. Buah dari pohon kebaikan yang dirawat sepenuh sungguh, hingga kala tiba saat berbuah, jauh ia dengan sendirinya, meski tak sedikit usaha mengambilnya.

Kedamaian, bukanlah hadir sebab apa yang kau genggam, melainkan sebab apa yang kau lepas. Kala kau lepas dunia, tubuhmu meringan, jiwamu melayang, menembus langit tanpa halangan. Perhatikanlah dia yang damai, niscaya kau dapati selalu sibuk memberikan daripada mengumpulkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>