Luaskanlah Cangkirmu

“Jangan berharap orang lain menghentikan kucuran teh yang mereka berikan. Namun luaskanlah cangkirmu agar sanggup menampung lebih banyak.”

Keseharian adalah ujian. Ada terlalu banyak hal yang tak menyenangkan hatimu, jika kau hitungi satu per satu. Maka kebahagiaan, ujar banyak nasihat, memang bukan terletak pada apa yang orang lain lakukan terhadapmu. Kebahagiaan, adalah cahaya yang memancar dari dalam disebabkan oleh kejernihan hatimu menikmati beragam sajian kehidupan.

Maka jangan berharap, wahai diri, agar kehidupan ramah terhadapmu. Setiap kejadian netral saja adanya. Kesenangan dan kesusahan, adalah penafsiran yang kau berikan kepada apa yang menimpamu. Ibarat kucuran teh, ia tertampung atau terbuang, semata akibat dari luas atau sempitnya cangkir yang kau pegang. Jika kau pegang cangkir yang sempit, maka sedikit saja kucuran kan terserak sia-sia. Namun kala kau sediakan cangkir nan luas, banyak pun kan sanggup ternikmati.

Lelaku orang lain, ibarat kucuran teh itu. Sungguh tak banyak yang bisa kita lakukan tuk mengendalikannya. Namun ketakberdayaan kita akan perilaku orang lain, pada saat yang sama mengajarkan bahwa kita sungguh berdaya terhadap diri kita sendiri. Akal dan hati inilah ibarat cangkir, yang kala ia meluas, sangguplah menampung banyak hikmah. Bahwa ada banyak pelajaran terserak dalam tiap kejadian. Juga ilmu yang tersisip, baik dalam kesenangan maupun kesusahan.

Maka jadikanlah cangkirmu luas, wahai diri, agar tak ada yang tertampak dari kehidupan selain keindahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>