Persiapkan Diri untuk Belajar

Ada sebuah kondisi menantang yang kutemukan beberapa tahun belakangan ketika memfasilitasi pembelajaran di organisasi. Tak seperti di masa sekolah ketika kegiatan utama murid memang ada belajar, pembelajaran pada orang dewasa bukanlah menu utama. Ia masuk dalam kuadran waktu kategori penting namun tidak mendesak. Ya, belajar adalah aktivitas yang diakui oleh semua orang sebagai sesuatu yang penting, namun tak pernah menjadi mendesak dalam jangka pendek. Dampak dari tidak belajar baru dirasakan mungkin dalam beberapa tahun ke depan. Yang jelas, tak sekarang.

Sementara itu, menu utama harian orang bekerja adalah tugas-tugas penting yang hadir tanpa henti. Semuanya penting dan mendesak. Hampir tak mungkin ada orang bekerja yang tak punya tugas serupa ini. Jika pun ada, mungkin karirnya tak lama lagi akan berhenti. Maka penghalang belajar kerap bukanlah kemalasan, melainkan kesibukan.

Nah, di titik ini, aku ingin mengajakmu untuk berhenti sejenak, kawan. Menyadari apa yang sedang terjadi, untuk mengambil langkah yang lebih baik atas kondisi ini, jika kau mengalaminya.

Pertama, jika organisasimu mengadakan program pembelajaran, sadarilah bahwa itu sebuah kemewahan. Ya, sebab organisasi yang sanggup menjalankan program pembelajaran, apalagi dengan mengundang pakar dari luar, ia pasti merupakan salah satu dari dua jenis organisasi: sudah mapan secara finansial, atau belum mapan namun menganggap pembelajaran demikian penting untuk dialokasikan dana dan waktunya. Yang mana pun dari keduanya, ia tetap kemewahan. Sebab di sisi lain dunia, ada organisasi yang mapan secara finansial dan belum terpikir untuk berinvesati dalam pembelajaran. Yang mereka lihat hanyalah keuntungan jangka pendek. Dampak jangka panjang masih belum masuk dalam hitungan.

Kedua, program pembelajaran itu bukanlah investasi kecil. Ia pasti sesuatu yang besar, yang jika dikonversi ke bentuk lain akan tampak menguntungkan dalam jangka pendek. Namun nyatanya, organisasimu memilih untuk menunggu keuntungan jangka panjang yang itu pun tak serta merta bisa dihitung dampaknya. Maka siapapun yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program ini, pastilah orang-orang yang akan dengan sangat cermat memperhitungkan bagaimana ia bisa benar-benar berdampak dalam jangka panjang. Apa kebutuhannya, apa saja isinya, siapa yang memfasilitasi prosesnya, kapan dilaksanakannya, di mana tempat yang tepat, adalah serangkaian pertanyaan yang telah jauh-jauh hari mereka tanyakan dan jawab dengan seksama sebelum mengirimkan undangan kepadamu. Maka undangan yang kau terima itu, bukanlah main-main. Ia dikerjakan oleh orang yang berdedikasi, disponsori oleh organisasi yang peduli padamu.

Atas dasar dua hal ini lah, kawan, persiapkan dirimu untuk belajar. Bertanyalah akan tujuan kau mendapatkan undangan. Apa yang diharapkan bisa diperbaiki? Apa manfaat yang umumnya bisa didapatkan? Bagaimana agar ia efektif dipraktikkan seusai program? Siapakah yang memfasilitasi prosesnya dan apa saja yang bisa digali dari mereka?

Seusai itu, perhatikan waktu pelaksanaanya. Aturlah kegiatanmu sebelum dan sesudahnya, agar kesibukan tak mengganggu pembelajaranmu. Pekerjaanmu akan selalu ada, datang dan pergi, namun momen pembelajaran itu mungkin hanya akan datang sekali seumur hidupmu. Tiap materi yang kau pelajari di tiap sesi, takkan bisa diulang. Sekali kau lewatkan tersebab mesti menerima telepon atau mengerjakan tugas dadakan, ia hilang. Padahal, tiap materi sungguh tak disajikan dengan main-main. Ia dipersiapkan agar tiap detik tak terbuang percuma. Untuk memotivasi, tanyakanlah berapa investasi yang organisasimu keluarkan untuk dirimu, lalu bertanyalah dalam diri: maukah penghasilanmu dipotong sebesar itu?

Tak ada lain yang lebih penting, kawan, selain mempersiapkan diri. Kabari siapapun yang berkepentingan dengan dirimu agar mereka bisa menjalankan tugas tanpa mengganggumu. Inilah adab pembelajar. Ilmu adalah rezeki yang tak ternilai. Ia hadir di hadapan tuk meningkatkan derajatmu. Tidakkah kau begitu menginginkannya?

Leave a Reply to Harman Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>