Tiap Aktivitas Pembelajaran Itu, Penting!

Sebuah proses pembelajaran yang serius, didesain dengan sungguh-sungguh oleh sang guru. Untuk bisa melakukan itu, seorang guru mesti menguasai beberapa jenis ilmu. Tak cukup hanya mampu menjelaskan sebuah ilmu, ia pun perlu memahami bagaimana cara terbaik ilmu tersebut disajikan hingga mudah diserap oleh pikiran.

Ya, urusan pembelajaran bukanlah urusan sepele, apalagi main-main. Bahkan ketika metode yang digunakan terkesan adalah permainan, sejatinya tak dimaksudkan sekedar bermain-main. Ada pembelajaran mendalam yang hendak dilahirkan dari sana.

Tiap guru memahami bahwa manusia belajar dalam tahapan. Tak tiba-tiba. Ada waktu terbaik untuk belajar. Ada momen terbaik untuk belajar. Ada kondisi terbaik untuk belajar. Semua ini ia kenali dengan cermat, sehingga dalam waktu yang sedikit, diperkirakan segenap ilmu dapat ditransfer dengan selamat.

Maka yakinlah, bahwa tak ada yang sepele dalam tiap kegiatan pembelajaran. Seorang guru pernah mengajariku, tentang bagaimana beliau dengan sengaja menggunakan waktu sebelum kelas dimulai dan jam istirahat untuk berinteraksi dengan murid-muridnya. Sebab di momen-momen itulah ia bisa lebih mengenal mereka, dan mendapatkan informasi berguna untuk digunakan dalam pembelajaran nantinya. Artinya, ia selalu bekerja. Bahkan di saat istirahat pun ia tak berhenti bekerja. Waktu istirahat bukanlah saat bersantai baginya. Ia perhitungkan dengan baik apa yang kan ia lakukan, dan untuk tujuan apa.

Dari sini, sungguh aku tak berani menyelepekan tiap detil aktivitas pembelajaran yang ditetapkan seorang guru. Diskusi, ceramah, mengisi lembar kerja, bahkan rehat sejenak yang ia sediakan, semuanya pastilah bertujuan. Belajar jelas memerlukan pengulangan. Karenanya ketika seorang guru memintamu mengulang, itu tak ia lakukan tuk sekedar iseng belaka. Ia paham bagaimana bekerjanya pikiranmu. Mustahil ilmu melekat jika hanya dipelajari sekali lewat.

Terlambat hadir? Sungguh rugi! Sebab waktu yang kau remehkan itu, telah ia desain untuk sebuah kegiatan yang pasti kau lewatkan pula ilmunya. Menerima telepon keluar ruangan barang 5 menit? Sungguh rugI! Karena 5 menit yang kau remehkan itu telah ia perhitungkan tuk menyampaikan materi yang maknanya tak sedikit.

Terpaksa melakukannya? Anggaplah demikian, maka pastikan kau kejar ketertinggalanmu. Bertanyalah pada rekan seperjalananmu, apa yang terlewat. Ciptakan ruang di pikiranmu dan segera isi ia dengan pertanyaan. Sebab jika tidak, tak utuh pula ilmu yang kau terima. Dan setengah-setengah belajar itu sungguh berbahaya pada akhirnya.

Sadarilah, wahai diri, sadarilah. Seorang guru, memerlukan perjalanan panjang mempelajari ilmu dan mendidik dirinya, hingga mampu menyajikan padamu materi dalam waktu 1-2 hari. Tidakkah kau sadari bahwa karyanya itu belum tentu sanggup kau bayar dengan harga berapapun? Sudikah kau menempuh jalan yang telah ia lalui tuk mempelajari semua itu sendiri? Ia telah hamparkan ilmu di hadapanmu dan kau mudah saja melewatkannya?

Persiapkan dirimu, wahai diri, persiapkan. Momen bersama seorang guru, bisa jadi tak pernah terulang kembali. Kita tak pernah tahu, ilmu mana yang kan menyelematkan hidup kita kelak. Yang jelas, tak ada yang kebetulan dalam perjumpaan. Dipertemukannya kau dengannya, pastilah sebab ada ruang pembelajaran dalam dirimu yang perlu diisi oleh ilmu darinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>