Waspadalah Pada Kedengkian

“Hati-hati kala mendengki. Sebab bisa jadi diri sedang menggugat Tuhan.”

Iri yang tak terkendali, jadilah dengki. Tidak saja ia menginginkan apa yang diterima orang lain, ia pun menghendaki hilangnya nikmat dari mereka. Bahkan ia tertawa atas kehilangan tersebut. Sungguh ini lah salah satu penyakit hati berat, yang takkan mungkin dialami kala iman masih bersemayam di hati.

Ya, pendengki, bisa jadi sedang kehabisan bahan bakar iman. Sebab insan yang masih terdapat iman, masih memiliki kelembutan dalam jiwanya. Ia mungkin menginginkan apa yang orang lain miliki, namun tak terpikir tuk mengambilnya dari mereka.

Hati-hatilah kala dengki terasa di hati, wahai diri. Sebab  diri yang mendengki, sejatinya sedang melakukan penggugatan kepada Tuhan.

Apa pasal?

Sebab Dia Maha Pengatur, Maha Kuasa, Maha Berkehendak. PengaturanNya sempurna. Begitupun kuasa dan kehendakNya. Kala Dia karuniakan sesuatu pada seseorang, itulah kesempurnaan. Kala Dia ambil sesuatu dari seseorang, itu pula lah kesempurnaan. Dalam pengabulan dan penundaanNya, senantiasa terdapat kebaikan.

Segala yang kita terima, jika itu baik, berarti kita layak. Maka penundaan, bisa jadi sebab kita belum layak, atau ada yang lebih baik. Inilah keyakinan hati yang dipenuhi iman. Hati yang yakin bahwa pada setiap pengabulan kan ada pertanggung jawaban. Ia tentram. Berusaha, dan berharap dalam kesungguhan doa. Jika ada insan lain lebih dulu mendapatkan, ia pun tak turut mengucap syukur, sembari mempelajari apa yang terluput darinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>