Wujud Baru Kita Kelak

“Ketaatan kita itu lah, yang kan jadi wujud baru, usai kematian di dunia.”

Wujud kita kini, sungguh sementara. Kesementaraan itu nyata-nyata tampak dari berkurangnya fungsi tubuh setiap detik, hingga akhir hidup menjelang. Maka kesejatian diri bukanlah terletak pada apa nan tampak dalam wujud tubuh ini. Ia telah sedemikian nyaring diajarkan, tersimpan pada ketakwaan. Ketaatan pada perintah, menjauhnya dari larangan.

Usai kematian, tubuh dibenamkan, sirna lah sudah keelokan nan dulu dibangga-banggakan. Diri menunggu waktu pengadilan, dalam penantian yang menggambarkan akhir yang kan kelak diterima.

Ketaatan itulah, wujud kita kelak. Dalam taat, tercatat segala kebaikan yang kan diberikan ganjaran. Seberapa dalam ketaatan adalah penentu keindahan wujud diri kala nafas telah terhenti.

Maka sebaik-baik bekal memang hanyalah bekal ketaatan. Bekal yang tak mungkin kita merugi karenanya. Bekal dalam perjalanan panjang, yang bernama keabadian. Bekal yang sejatinya Dia ajarkan sebab cintaNya, tuk kebaikan diri ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>