Remeh dan Tak Remeh

“Tak ada pekerjaan remeh, bagi pribadi yang tak remeh.”

Segala kerja ada dalam pengaturan Allah. Dan Maha Suci Dia dari ketidaksempurnaan pengaturan.

Maka berati-hatilah dengan pikiran diri yang menganggap remeh sebuah kerja yang telah Dia aturkan untukmu. Sungguh Dia lebih tahu apa yang kau butuhkan, sedang kau masih berkutat dengan terbatasnya akal.

Remehnya sebuah kerja, sejatinya adalah akibat sempitnya pandangan diri. Lihatlah ke dalam, sadari betapa banyak bekal yang telah Dia karuniakan padamu. Maka kerjamu bukanlah kerja ringan. Kerjamu adalah kerja besar bagi kehidupan. Tak ada seorang pun yang serupa denganmu, maka kerjamu adalah karya agungmu.

Jika kau anggap remeh sebuah kerja, sejatinya kau sedang menganggap remeh dirimu sendiri. Sedang jika kau anggap dirimu pribadi besar, maka kerjamu pun akan besar, sebesar keyakinanmu akan pertolonganNya.

Orang bisa jadi meremehkanmu. Maka cengangkanlah mereka dengan karyamu.

Spread the love

4 thoughts on “Remeh dan Tak Remeh

  1. “Tak ada pekerjaan remeh, bagi pribadi yang tak remeh.”

    kalimat ini selalu tergiang klo aku sudah mulai males2an mengesampingkan pekerjaan kecil.. do your best mas teddi..

    1. Selamat belajar, Syilfi yang baik. Jadikan karyamu sebagai jihad. Orang sepertimu tak layak bersantai-santai, sebab kemuliaanmu terletak pada apa yang kamu kerjakan 🙂

  2. “orang bisa jadi meremehkanmu, maka cengangkanlah mereka dengan karyamu”
    sejatinya, kita berkarya bukan untuk mencari penilaian orang lain kan mas? tapi tentu untuk Dia, sebagai penghambaan kita padaNya. perkara orang lain tercengang atau tidak itu kan bukan urusan kita, urusan kita kan menjalankan apa yang Allah sukai. dan pasti, yang Allah sukai adalah yang baik bagi kita. Allah suka hambaNya yang berkarya besar, tentu itu baik bagi kita *dengan meniatkan berkarya hanya untukNya (mengabdi padaNya) ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *