Belajar Ilmu Air

“Ilmu layaknya air, hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.”

Banyak insan berguru, tapi dalam hati tak sungguh-sungguh mengharap ilmu. Maka meski perjalanan telah ditempuh, dana telah dikeluarkan, tak sedikit pun ilmu membekas dalam sanubari.

Sebab ilmu memang layaknya air. Ia mengalir, hanya ke tempat yang lebih rendah. Maka hati

yang direndahkan, adalah satu-satunya jalan agar ilmu sampai ke tujuan.

Sebuah nasihat pernah hadir, “If you respect someone, you can learn anything from him.” Jika hadir rasa hormat dalam hatimu pada seorang guru, maka dalam diamnya pun kau mendapat pelajaran.

Sebab ilmu memang tak hanya apa yang dibaca, tapi juga apa yang terbaca. Tak hanya apa yang didengar, tapi juga apa yang terdengar. Tak hanya apa yang dirasa, tapi juga apa yang terasa.

Jika ilmu hanya soal apa yang dibaca, cukuplah engkau membaca buku. Tapi apa yang tertulis, tak pernah menggambarkan bagaimana sejatinya ilmu diterapkan dalam keseharian. Dan ianya hanya bisa terbaca, terdengar, dan terasa dari gerak laku sang guru.

Layaknya air, yang selalu cerdik mencari celah, merembes hingga ke lubang paling kecil sekalipun, demikian pula lah ilmu. Sekali kau rendahkan hatimu, setiap titik ilmu terkecil sekalipun kan meresap menempati relung-relung ia seharusnya berada.

Maka jauh sebelum belajar ilmu apapun, pada siapapun, belajarlah wahai diri, untuk merendakahkan hati. Dan kala itu, tercapai lah apa yang dinasihatkan oleh banyak orang bijak: dia yang berilmu laksana padi, makin berisi, makin merunduk.

Spread the love

5 thoughts on “Belajar Ilmu Air

Leave a Reply to Henra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *