“Salah satu ciri ahli adalah kemampuan mencermati dan menghargai.” Pikiran ini hadir—mungkin lebih tepatnya kembali hadir—saat membaca buku Kecerdasan Semiotik karya Prof. Yasraf Amir Piliang dan Audifax. Lama judul itu ku pertimbangkan tuk dibeli, bukan karena bisa mengira manfaat isinya, tapi karena unik. Kecerdasan kok semiotik. Kecerdasan apa lagi itu?  Semiotika sendiri adalah ilmu yang […]

“Rumah kini tak mesti mendidik kita. Sebab tontonan masuk dan mendidik pikiran tanpa permisi.” Mengapa beberapa tahun belakangan kita ribut-ribut pendidikan karakter? Mungkin sebab di dalam hati kita sudah tak tahan dengan bobroknya karakter bangsa, yang tercermin tidak saja di tingkah laku para pemimpin di layar media, tapi juga serampangannya tingkah laku orang di jalanan.

Menata Ulang Rumah KitaRead More »

“Pemimpin itu lahir dari kita, jadi benihnya pun bermula dari cara kita memilih.” Setelah ku terbitkan artikel bertajuk “Menata Ulang Kota Kita”, seorang sahabat berkomentar, “Jadi terfikir bahwa sejatinya politik pemerintahan itu untuk melayani peradaban, bukan sekedar menyuburkan panggung perselisihan. Seperti yang saat ini marak dipertontonkan. Politik pemerintahan adalah langkah bersama mencapai apa-apa yang dicita-citakan.

Menata Ulang Kriteria Pemimpin KitaRead More »

“Kota adalah tubuh, apa yang kita lakukan bersama adalah jiwanya.” Sekian gubernur pernah berjanji untuk menghilangkan macet dari bumi Jakarta. Sebuah janji yang jelas basi karena kota ini telah macet bahkan sejak aku dilahirkan, selalu bertambah, tak pernah menurun. Ia lengang hanya beberapa hari masa liburan lebaran, ketika penduduknya mudik. Dan ketika mereka kembali, seketika

Menata Ulang Kota KitaRead More »

“Apa yang dilakukan era digital pada kita adalah kedangkalan.” “Video ayah itu,” ujar anak keduaku, “ada nggak sih yang fun gitu?” Aku tersenyum kecut. Karena memang sebagai youtuber baru perkembangan subscriber-ku bisa jadi dibilang lambat. Selain karena memang ini hobi yang dikerjakan di sela waktu kerja, ia juga berisi konten yang bukan berorientasi pada keseruan. 

Kedangkalan di Era DigitalRead More »

“Obsesi pada kecepatan, kerap melalaikan kita dari kedalaman.” Istilah dromologi pertama kali ku baca di buku karya Yasraf Amir Piliang, Dunia yang Berlari. Beliau menuturkan dengan apik kata yang konon diperkenalkan oleh Paul Virilio sebagai sebuah obsesi pada kecepatan. Kehidupan manusia era digital seolah tak pernah lepas dari kata cepat. Kecepatan adalah mata uang baru.

Obsesi pada Kecepatan yang MenyesatkanRead More »

Ikhlas, diajarkan oleh para guru, bermakna murni. Persis serupa susu yang paling murni, belum tercampur apapun. Susu, dicampur dengan kopi dan teh, akan tetap teridentifikasi sebagai susu, namun tujuan keberadaannya bergeser dibandingkan dengan susu yang murni.  Ikhlas, dijelaskan oleh para guru pula, adalah perbuatan hati, gerakan batin. Ia tak ada hubungannya dengan apa yang tampak

Sulitnya Ikhlas Itu…Read More »

Sengaja ku bubuhkan tanda tanya pada judul, untuk menunjukkan sebuah keheranan. Pandemi dahsyat yang berdampak global ini, dari negara besar hingga kecil, dari kota hingga desa, menyelusup ke kelurahan, RT hingga rumah ini, rupanya tak memotong sedikit juga kisah korupsi. Korupsi yang dana yang ditujukan oleh mereka yang membutuhkan pula. Apa yang ada di pikiran

Korupsi di Masa Pandemi?Read More »

Kecemasan, adalah penanda tuk bertanya ke dalam diri: adakah aku masih relevan? Di masa penuh ketidakpastian seperti pandemi ini, kecemasan sering hadir tanpa diundang. Dan sebagaimana tabiat setiap perasaan, ia dipicu oleh pikiran. Karenanya, kala rasa cemas melanda, ia sebenarnya adalah momen tepat untuk menelaah apa sebenarnya yang sedang ada di pikiran. Dalam konteks bisnis

Kecemasan dan Relevansi DiriRead More »

Salah satu hal yang membantuku mensyukuri adalah menerima bahwa ada hal-hal yang tak bisa dipungkiri. Tak semua orang beruntung memiliki pilihan. Ada kondisi yang seolah mengatakan bahwa pilihan tak ada. Yang bisa dilakukan hanya menerima. Tapi menerima saja kerap tak mudah, sebab keinginan untuk mendapatkan lebih selalu terbit. Di titik inilah, menyadari ada hal-hal yang

Yang Tak Bisa DipungkiriRead More »