Dekade ini adalah masa ketika istilah passion diperkenalkan dengan amat gencar. Manusia disadarkan akan potensi dirinya, lalu diajak untuk mengenali potensi itu, dan mengembangkannya. Dalam usaha yang kadang berlebihan, ide ini memicu sebagian orang untuk kemudian berani berpindah pekerjaan hanya karena alasan ‘bukan passion saya’—sementara pada saat yang sama masih kesulitan untuk menjawab pertanyaan, “Lalu […]

“Di balik ‘ramah pengguna’, ada ‘ramah nafsu’.” Istilah ‘ramah pengguna’ alias user friendly telah menjadi mantra bagi bisnis belakangan ini. Ia mungkin mempengaruhi lahirnya istilah lain seperti ‘ramah anak’ yang kerap disematkan pada sekolah menjadi ‘sekolah ramah anak’—istilah yang sebenarnya agak mengherankan. Ah, kita bahas lain waktu lah soal sekolah ini. Mari kembali saja ke

Di Balik ‘Ramah Pengguna’Read More »

“Bagaimana hendak memimpin ke masa depan, sedang jalan itu tak tampak di hadapan?” Sebagaimana tak banyak guru pada sekolah formal menyadari bahwa ia adalah pemimpin, belum banyak pula para pemimpin yang menyadari bahwa ia adalah guru.  Kala saya meminta para guru di sebuah sekolah untuk mengangkat telunjuk dan menunjuk pemimpin di ruangan, kebanyakan akan menunjuk

Menjadi Pemimpin, Menjadi PembelajarRead More »

“Menjadi guru adalah menjadi pembelajar.” Saya bukan seorang guru, dalam arti profesi resmi. Posisi resmi saya di kantor—jika saya tidak salah ingat, sebab tak pernah menengok-nengok lagi kontrak 9 tahun lalu itu—adalah professional resources. Nama yang hampir tak pernah digunakan di keseharian. Orang-orang seperti saya lebih sering disebut dan menyebut diri sebagai fasilitator. Sebutan yang

Menjadi Guru, Menjadi PembelajarRead More »

“Salah satu ciri ahli adalah kemampuan mencermati dan menghargai.” Pikiran ini hadir—mungkin lebih tepatnya kembali hadir—saat membaca buku Kecerdasan Semiotik karya Prof. Yasraf Amir Piliang dan Audifax. Lama judul itu ku pertimbangkan tuk dibeli, bukan karena bisa mengira manfaat isinya, tapi karena unik. Kecerdasan kok semiotik. Kecerdasan apa lagi itu?  Semiotika sendiri adalah ilmu yang

Pandemi adalah Momentum Menjadi AhliRead More »

“Rumah kini tak mesti mendidik kita. Sebab tontonan masuk dan mendidik pikiran tanpa permisi.” Mengapa beberapa tahun belakangan kita ribut-ribut pendidikan karakter? Mungkin sebab di dalam hati kita sudah tak tahan dengan bobroknya karakter bangsa, yang tercermin tidak saja di tingkah laku para pemimpin di layar media, tapi juga serampangannya tingkah laku orang di jalanan.

Menata Ulang Rumah KitaRead More »

“Pemimpin itu lahir dari kita, jadi benihnya pun bermula dari cara kita memilih.” Setelah ku terbitkan artikel bertajuk “Menata Ulang Kota Kita”, seorang sahabat berkomentar, “Jadi terfikir bahwa sejatinya politik pemerintahan itu untuk melayani peradaban, bukan sekedar menyuburkan panggung perselisihan. Seperti yang saat ini marak dipertontonkan. Politik pemerintahan adalah langkah bersama mencapai apa-apa yang dicita-citakan.

Menata Ulang Kriteria Pemimpin KitaRead More »

“Kota adalah tubuh, apa yang kita lakukan bersama adalah jiwanya.” Sekian gubernur pernah berjanji untuk menghilangkan macet dari bumi Jakarta. Sebuah janji yang jelas basi karena kota ini telah macet bahkan sejak aku dilahirkan, selalu bertambah, tak pernah menurun. Ia lengang hanya beberapa hari masa liburan lebaran, ketika penduduknya mudik. Dan ketika mereka kembali, seketika

Menata Ulang Kota KitaRead More »

“Apa yang dilakukan era digital pada kita adalah kedangkalan.” “Video ayah itu,” ujar anak keduaku, “ada nggak sih yang fun gitu?” Aku tersenyum kecut. Karena memang sebagai youtuber baru perkembangan subscriber-ku bisa jadi dibilang lambat. Selain karena memang ini hobi yang dikerjakan di sela waktu kerja, ia juga berisi konten yang bukan berorientasi pada keseruan. 

Kedangkalan di Era DigitalRead More »

“Obsesi pada kecepatan, kerap melalaikan kita dari kedalaman.” Istilah dromologi pertama kali ku baca di buku karya Yasraf Amir Piliang, Dunia yang Berlari. Beliau menuturkan dengan apik kata yang konon diperkenalkan oleh Paul Virilio sebagai sebuah obsesi pada kecepatan. Kehidupan manusia era digital seolah tak pernah lepas dari kata cepat. Kecepatan adalah mata uang baru.

Obsesi pada Kecepatan yang MenyesatkanRead More »