Sebutan guru, mengandung dua kata, digugu dan ditiru. Sederhananya, guru adalah orang yang pada dirinya ada kelayakan untuk ditiru. Apa yang ditiru? Tentu saja ilmunya. Tapi tak sekedar ilmu sebagai pengetahuan, melainkan ilmu yang telah menjadi lelaku. Sebab baru ketika ilmu jadi perilaku, ia tampak, hingga bisa ditiru. Sebelum ilmu menjadi tindakan, ia belum bisa […]
Category: Nasihat Diri
Dalam setiap perayaan Idul Adha, khatib shalat sering mengangkat penggalan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as sebagai pelajaran. Ayat yang kerap dikutip adalah QS Ash-Shaffat ayat 102 yang terjemahannya adalah sebagai berikut: “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah
Belakangan ini berita terkuaknya kasus korupsi sedang ramai. Dari pagar laut hingga Pertamina, kita geleng-geleng kepala dibuatnya, sebab melibatkan banyak orang yang sebenarnya sudah amat sangat kaya, dengan mengorbankan mereka yang miskin. Pertanyaan yang muncul dalam benakku adalah bagaimana asal muasal korupsi ini? Bagaimana seseorang (atau sekelompok orang) terlibat, tega, terencana, terorganisir, berusaha mengeruk kekayaan
Kata profesional berasal dari kata profesi. Menggunakan pemaknaan bebas dari bahasa Inggris, kita mungkin bisa memahami profesi sebagai pekerjaan. Sebagai kata benda, pekerjaan mengandung di dalamnya beragam aktivitas yang berada dalam satu rumpun. Pekerjaan sebagai kasir, misalnya, mencakup rangkaian aktivitas pembayaran yang tak sekedar menerima atau menyerahkan uang. Maka seorang kasir yang profesional adalah ia
“Kekurangan kita, sejatinya memang adalah ruang bagi yang lain tuk mengisinya.” Salah satu ciri khas utama manusia adalah ia berkekurangan. Ia lahir tak lengkap. Maka sepanjang hidupnya ia berusaha untuk bertahan hidup dengan mencari berbagai hal yang melengkapinya. Ia makan agar memiliki nutrisi yang cukup, sebab nutrisinya memang tak pernah cukup. Ia belajar agar memiliki
“Tabiat manusia adalah ingin menguasai.” Tabiat manusia adalah ingin menguasai. Salah satu indikasinya adalah saat manusia memberi nama. Sebelum sesuatu diberi nama oleh manusia, ia ada di sana begitu saja. Ia terlepas dan berjarak. Lalu manusia memberinya nama: bunga, meja, kursi, bintang, angin, dll. Bahkan hal-hal yang sejatinya tak berentitas tetap pun seolah menjadi fix
“Berharganya waktu adalah sebab ia terus bergerak maju.” Berharganya waktu adalah sebab ia terus bergerak maju. Ia tak menyisakan ruang untuk pengulangan. Apa-apa yang tampak berulang adalah ilusi semata. Berkat kecenderungan pikiran kita akan yang sama, maka setiap momen yang sejatinya berbeda seolah hadir dalam keterulangan. Karena tak terulang itu ia berharga. Lantaran ia tak
Entah apa yang istimewa dari tahun baru. Selain kalender yang berubah, banyak hal praktis sama. Kalau pun baru, ya setiap hari pun baru. Yang kita alami kini tak sama dengan kemarin. Yang kan kita alami besok pun tak sama dengan hari ini. Jadi artinya, setiap hari adalah tahun baru, karena momen perpindahan tahun itu sebenarnya
Ini malam lebaran. Dan aku ingin menulis. Aku ingin menulis, karena aku belum bisa tidur, padahal baru saja mengemudi dalam kisaran 10 jam. Ada yang menggelayut dalam pikiranku akhir-akhir ini. Kan ku tuliskan di sini biar ia jadi saksi bagi diriku dan siapapun yang berkenan menyimaknya. Sebuah peribahasa yang konon berasal dari Afrika pernah berujar,
Dekade ini adalah masa ketika istilah passion diperkenalkan dengan amat gencar. Manusia disadarkan akan potensi dirinya, lalu diajak untuk mengenali potensi itu, dan mengembangkannya. Dalam usaha yang kadang berlebihan, ide ini memicu sebagian orang untuk kemudian berani berpindah pekerjaan hanya karena alasan ‘bukan passion saya’—sementara pada saat yang sama masih kesulitan untuk menjawab pertanyaan, “Lalu

Recent Comments