“Tirani itu bernama hasil. Ia tak memenjara tubuh kita, tapi memerangkap pikiran kita.” Salah satu kegamangan manusia era digital adalah kala sesuatu yang dilakukan tak segera membuahkan hasil. Sekali posting, berharap viral. Sekali menawarkan, berharap laris manis. Sekali perintah, berharap langsung diikuti. Sekali lari pagi, berharap langsung langsing.  “Buat apa kita melakukan sesuatu yang tak […]

Ini malam lebaran. Dan aku ingin menulis. Aku ingin menulis, karena aku belum bisa tidur, padahal baru saja mengemudi dalam kisaran 10 jam. Ada yang menggelayut dalam pikiranku akhir-akhir ini. Kan ku tuliskan di sini biar ia jadi saksi bagi diriku dan siapapun yang berkenan menyimaknya.  Sebuah peribahasa yang konon berasal dari Afrika pernah berujar,

Mengapa Silaturahim Penting untuk Dijaga?Read More »

Tahun ini, aku mengambil sebuah keputusan. Aku mendaftar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Program matrikulasi selama 1 tahun, yang jika berjalan lancar akan memungkinkan untuk mendaftar ke program S2.  Kok filsafat? Mengapa bukan melanjutkan studi di bidang psikologi? Atau manajemen yang lebih dekat dengan pekerjaan? Ada kisah agak panjang di balik keputusan ini. Akan ku

Perkenalanku dengan FilsafatRead More »

Dekade ini adalah masa ketika istilah passion diperkenalkan dengan amat gencar. Manusia disadarkan akan potensi dirinya, lalu diajak untuk mengenali potensi itu, dan mengembangkannya. Dalam usaha yang kadang berlebihan, ide ini memicu sebagian orang untuk kemudian berani berpindah pekerjaan hanya karena alasan ‘bukan passion saya’—sementara pada saat yang sama masih kesulitan untuk menjawab pertanyaan, “Lalu

Paradoks Passion dan SustainabilityRead More »

“Di balik ‘ramah pengguna’, ada ‘ramah nafsu’.” Istilah ‘ramah pengguna’ alias user friendly telah menjadi mantra bagi bisnis belakangan ini. Ia mungkin mempengaruhi lahirnya istilah lain seperti ‘ramah anak’ yang kerap disematkan pada sekolah menjadi ‘sekolah ramah anak’—istilah yang sebenarnya agak mengherankan. Ah, kita bahas lain waktu lah soal sekolah ini. Mari kembali saja ke

Di Balik ‘Ramah Pengguna’Read More »

“Bagaimana hendak memimpin ke masa depan, sedang jalan itu tak tampak di hadapan?” Sebagaimana tak banyak guru pada sekolah formal menyadari bahwa ia adalah pemimpin, belum banyak pula para pemimpin yang menyadari bahwa ia adalah guru.  Kala saya meminta para guru di sebuah sekolah untuk mengangkat telunjuk dan menunjuk pemimpin di ruangan, kebanyakan akan menunjuk

Menjadi Pemimpin, Menjadi PembelajarRead More »

Sengaja ku bubuhkan tanda tanya pada judul, untuk menunjukkan sebuah keheranan. Pandemi dahsyat yang berdampak global ini, dari negara besar hingga kecil, dari kota hingga desa, menyelusup ke kelurahan, RT hingga rumah ini, rupanya tak memotong sedikit juga kisah korupsi. Korupsi yang dana yang ditujukan oleh mereka yang membutuhkan pula. Apa yang ada di pikiran

Korupsi di Masa Pandemi?Read More »

Kecemasan, adalah penanda tuk bertanya ke dalam diri: adakah aku masih relevan? Di masa penuh ketidakpastian seperti pandemi ini, kecemasan sering hadir tanpa diundang. Dan sebagaimana tabiat setiap perasaan, ia dipicu oleh pikiran. Karenanya, kala rasa cemas melanda, ia sebenarnya adalah momen tepat untuk menelaah apa sebenarnya yang sedang ada di pikiran. Dalam konteks bisnis

Kecemasan dan Relevansi DiriRead More »

Salah satu hal yang membantuku mensyukuri adalah menerima bahwa ada hal-hal yang tak bisa dipungkiri. Tak semua orang beruntung memiliki pilihan. Ada kondisi yang seolah mengatakan bahwa pilihan tak ada. Yang bisa dilakukan hanya menerima. Tapi menerima saja kerap tak mudah, sebab keinginan untuk mendapatkan lebih selalu terbit. Di titik inilah, menyadari ada hal-hal yang

Yang Tak Bisa DipungkiriRead More »

Mari kita mulai bermimpi, melampaui masa pandemi ini. Sebab tak ada kepastian apa yang akan kita lewati, maka yang kita perlukan adalah energi untuk bergerak. Tenaga untuk memulai kembali.  Bersama kesulitan, ada kemudahan. Demikian kita diajarkan. Ya, kemudahan tak datang setelah kesulitan, melainkan bersamaan. Maka kemudahan itu, setidaknya dalam bentuk potensi, bersembunyi di balik apa

Bermimpi Melampaui PandemiRead More »