Tahun lalu, aku mengalami beberapa kehilangan. Bukan barang, melainkan sosok. Momen-momen itu membawaku pada perenungan panjang tentang kehilangan. Apa itu kehilangan? Mengapa kita bisa merasa kehilangan?  Ada sebuah jawaban yang ku dapat. Ia terkait dengan waktu. Begini ceritanya.  Salah satu cara pandang terhadap kehidupan adalah bahwa kita selalu hidup dalam ruang dan waktu. Ruang dan […]

Salah satu keunikan manusia adalah ia merupakan makhluk berbahasa. Bukan berarti hewan tak memiliki bahasa, melainkan manusia punya kemampuan tidak saja menggunakan bahasa, melainkan menciptakan bahasa. Tak perlu kita bicara bahasa yang dimiliki tiap daerah atau bangsa, bahkan di dalam sebuah masyarakat berbahasa yang sebenarnya satu pun, bisa lahir bahasa-bahasa baru. Bahasa gaul, bahasa anak

Bahasa Kita adalah Batasan Dunia KitaRead More »

Ada yang menarik dari pengalamanku di dunia pelatihan dan konsultasi 11 tahun belakangan ini. Sebagian klien, jika tak mau dikatakan sebagian besar, kerap mengeluhkan dampak program pengembangan pada organisasi mereka. Pelatihan, misalnya, menjadi barang mewah yang dibeli hanya jika kondisi sedang berkeluangan. Seperti orang yang kelebihan uang lalu membeli mobil. Mobil bukan kebutuhan utama seperti

Mencari GuruRead More »

Setidaknya dua orang kawan bercerita. Jelang berangkat liburan akhir tahun kemarin, mereka ditanya oleh pasangannya, “Kita bawa laptop gak nih?” Sebuah pertanyaan yang mungkin tampak biasa saja di masa ini, tapi sesungguhnya aneh di masa lalu.  Ya. Siapa juga yang merasa perlu membawa laptop saat liburan? Tapi itu dulu. Bahkan dulu kala. Kini sungguh berbeda.

Pekerjaan dan Hal-hal yang Direbut OlehnyaRead More »

“Fitrah manusia tak tega menyakiti sesamanya. Maka ia yang menyakiti, mungkin sedang tak melihat sesamanya sebagai manusia.” Hikmah ini ku dapat saat mengikuti kuliah Antropologi Kekerasan di STF Driyarkara. Dalam bahasan Lanskap Kekerasan, hadir bahasan bahwa ada tata imaji yang menjadi pemicu munculnya kekerasan. Imaji itu bisa berupa agama, suku, ras, dan lain sebagainya. Tapi

Sumber KekerasanRead More »

“Tirani itu bernama hasil. Ia tak memenjara tubuh kita, tapi memerangkap pikiran kita.” Salah satu kegamangan manusia era digital adalah kala sesuatu yang dilakukan tak segera membuahkan hasil. Sekali posting, berharap viral. Sekali menawarkan, berharap laris manis. Sekali perintah, berharap langsung diikuti. Sekali lari pagi, berharap langsung langsing.  “Buat apa kita melakukan sesuatu yang tak

Tirani Itu Bernama HasilRead More »

Ini malam lebaran. Dan aku ingin menulis. Aku ingin menulis, karena aku belum bisa tidur, padahal baru saja mengemudi dalam kisaran 10 jam. Ada yang menggelayut dalam pikiranku akhir-akhir ini. Kan ku tuliskan di sini biar ia jadi saksi bagi diriku dan siapapun yang berkenan menyimaknya.  Sebuah peribahasa yang konon berasal dari Afrika pernah berujar,

Mengapa Silaturahim Penting untuk Dijaga?Read More »

Tahun ini, aku mengambil sebuah keputusan. Aku mendaftar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Program matrikulasi selama 1 tahun, yang jika berjalan lancar akan memungkinkan untuk mendaftar ke program S2.  Kok filsafat? Mengapa bukan melanjutkan studi di bidang psikologi? Atau manajemen yang lebih dekat dengan pekerjaan? Ada kisah agak panjang di balik keputusan ini. Akan ku

Perkenalanku dengan FilsafatRead More »

Dekade ini adalah masa ketika istilah passion diperkenalkan dengan amat gencar. Manusia disadarkan akan potensi dirinya, lalu diajak untuk mengenali potensi itu, dan mengembangkannya. Dalam usaha yang kadang berlebihan, ide ini memicu sebagian orang untuk kemudian berani berpindah pekerjaan hanya karena alasan ‘bukan passion saya’—sementara pada saat yang sama masih kesulitan untuk menjawab pertanyaan, “Lalu

Paradoks Passion dan SustainabilityRead More »

“Di balik ‘ramah pengguna’, ada ‘ramah nafsu’.” Istilah ‘ramah pengguna’ alias user friendly telah menjadi mantra bagi bisnis belakangan ini. Ia mungkin mempengaruhi lahirnya istilah lain seperti ‘ramah anak’ yang kerap disematkan pada sekolah menjadi ‘sekolah ramah anak’—istilah yang sebenarnya agak mengherankan. Ah, kita bahas lain waktu lah soal sekolah ini. Mari kembali saja ke

Di Balik ‘Ramah Pengguna’Read More »