Pernah ku tulis bahwa persahabatan adalah hubungan unik. Ia jenis yang bisa berlaku dalam beberapa jenis hubungan lain. Persahabatan bisa terjadi antara pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik, dan tentunya dua orang atau lebih yang tak punya hubungan darah.  Mirip seperti pernikahan, persahabatan adalah hubungan yang dibangun atas dasar keputusan. Ia mengandaikan adanya kebebasan. Orang bisa […]

Melanjutkan bahasan di artikel sebelumnya soal pernikahan yang menggambarkan kebebasan memilih, tidak demikian kiranya dengan hubungan keluarga. Dari pernikahan lahirnya keluarga. Dan kita tak bisa memilih siapa yang jadi keluarga kita. Kita tak bisa memilih siapa orang tua kita, sebagaimana kita tak pula bisa memilih siapa yang jadi anak kita. Kita tak diberi keleluasaan memilih

Tentang Hubungan: KeluargaRead More »

Aku ingin membahas tentang hubungan. Lebih tepatnya, hubungan antarmanusia. Ini tema menarik. Sebab rupanya manusia memiliki berbagai jenis hubungan dengan manusia lain. Dan tiap hubungan memiliki keunikan, juga fungsinya masing-masing bagi diri. Kita punya peran dalam hidup orang lain, sebagaimana orang lain pun punya peran dalam hidup kita. Ada peran yang kita sadari, ada yang

Tentang Hubungan: PernikahanRead More »

Salah satu penyebab korupsi, dalam hematku, adalah ketidakmampuan untuk memilah mana yang milik kita, dan mana yang bukan milik kita. Mana yang hak kita, mana yang bukan hak kita. Seseorang yang bekerja di bagian pengadaan, tentunya telah digaji sesuai dengan kontrak perjanjian awal. Naik turunnya jumlah pekerjaan, gajinya tetap belaka. Itu haknya. Kewajibannya? Tentu menjalankan

Salah Satu Akar KorupsiRead More »

Mempelajari NLP, aku diperkenalkan dengan istilah modeling. Memodel. Meneladani. Lebih jauh, ternyata ini adalah cara belajar paling purba bagi manusia. Sebelum manusia mengenal komunikasi kompleks lewat bahasa, ia hanya memiliki inderanya, yang mencerap apa saja yang ada di sekelilingnya. Dan kala melihat manusia lain melakukan sesuatu, ia pun menirunya. Maka kita hampir tak pernah melihat

Modeling dan KonsekuensinyaRead More »

Jika sakit didefinisikan sebagai ketiadaan sehat, ketiadaan keadaan yang sempurna, maka ia mengandaikan adanya ruang. Ruang jeda antara kondisi yang seharusnya (sehat) dengan kondisi saat ini (sakit). Sakit flu bermakna jeda antara kondisi hidung meler dan mampet dengan hidung bersih dan lega. Dengan demikian, sakit adalah tanda diri yang tak berada dalam keadaan paripurnanya, dalam

Sakit sebagai Jalan PenyempurnaanRead More »

Minggu lalu, 15 Maret 2024, Prof. Djamaluddin Ancok berpulang. Sang Guru telah pergi. Ya, guru. Itu mungkin bisa merangkum semua hal tentang beliau. Aku memang hanya satu dari muridnya yang tak terlalu punya kemewahan untuk dekat. Aku hanyalah murid kebanyakan yang menimba ilmu di tengah keramaian. Namun terkejut ku bukan kepalang, ketika bertahun-tahun setelah lulus,

Sang Guru Telah PergiRead More »

Bulan Ramadhan sepertinya didesain untuk memicu kemajuan. Kemajuan terjadi sebab dua hal. Pertama, apa yang telah dilakukan cukup baik untuk dijadikan pijakan. Jika tidak, kita perlu mengulang kembali hingga ia kokoh sebagai fondasi. Kedua, ada kebaruan yang dilakukan dalam ruang perbaikan. Kebaruan tak mungkin dilakukan tanpa ruang. Dan Ramadhan, sepertinya adalah ruang itu.  Bagaimana ceritanya?

Ramadhan dan KemajuanRead More »

Tahun lalu, aku mengalami beberapa kehilangan. Bukan barang, melainkan sosok. Momen-momen itu membawaku pada perenungan panjang tentang kehilangan. Apa itu kehilangan? Mengapa kita bisa merasa kehilangan?  Ada sebuah jawaban yang ku dapat. Ia terkait dengan waktu. Begini ceritanya.  Salah satu cara pandang terhadap kehidupan adalah bahwa kita selalu hidup dalam ruang dan waktu. Ruang dan

Tentang KehilanganRead More »