Sengaja ku bubuhkan tanda tanya pada judul, untuk menunjukkan sebuah keheranan. Pandemi dahsyat yang berdampak global ini, dari negara besar hingga kecil, dari kota hingga desa, menyelusup ke kelurahan, RT hingga rumah ini, rupanya tak memotong sedikit juga kisah korupsi. Korupsi yang dana yang ditujukan oleh mereka yang membutuhkan pula. Apa yang ada di pikiran […]

Kecemasan, adalah penanda tuk bertanya ke dalam diri: adakah aku masih relevan? Di masa penuh ketidakpastian seperti pandemi ini, kecemasan sering hadir tanpa diundang. Dan sebagaimana tabiat setiap perasaan, ia dipicu oleh pikiran. Karenanya, kala rasa cemas melanda, ia sebenarnya adalah momen tepat untuk menelaah apa sebenarnya yang sedang ada di pikiran. Dalam konteks bisnis

Kecemasan dan Relevansi DiriRead More »

Salah satu hal yang membantuku mensyukuri adalah menerima bahwa ada hal-hal yang tak bisa dipungkiri. Tak semua orang beruntung memiliki pilihan. Ada kondisi yang seolah mengatakan bahwa pilihan tak ada. Yang bisa dilakukan hanya menerima. Tapi menerima saja kerap tak mudah, sebab keinginan untuk mendapatkan lebih selalu terbit. Di titik inilah, menyadari ada hal-hal yang

Yang Tak Bisa DipungkiriRead More »

Mari kita mulai bermimpi, melampaui masa pandemi ini. Sebab tak ada kepastian apa yang akan kita lewati, maka yang kita perlukan adalah energi untuk bergerak. Tenaga untuk memulai kembali.  Bersama kesulitan, ada kemudahan. Demikian kita diajarkan. Ya, kemudahan tak datang setelah kesulitan, melainkan bersamaan. Maka kemudahan itu, setidaknya dalam bentuk potensi, bersembunyi di balik apa

Bermimpi Melampaui PandemiRead More »

Teramat wajar di masa pandemi ini, kita bersedih atas apa yang hilang. Pekerjaan yang hilang. Pelanggan yang hilang. Penghasilan yang hilang. Kesenangan yang hilang. Hasrat alamiah kita memang menginginkan lebih, bukan kurang. Maka kala ada yang berkurang, hasrat ini kehilangan pemuasnya.  Tapi jika dicermati, tabiat hasrat tak dipuaskan dengan hal yang benar-benar bersifat fisik. Bukan

Apa yang Lebih? Apa yang Datang?Read More »

Meski jarak fisik memisahkan, ku rasakan, tahun ini adalah momen pembaruan hubungan.  Hubungan keluarga, persahabatan, pekerjaan yang memang terjalin sehari-hari jadi lebih hakiki. Sebab tak banyak waktu berbasa-basi, apa yang dibicarakan jadi lebih esensi. Kita mengenal betul, sesiapa saja sahabat terbaik kita, yang sosok kita ada di pikirannya, hingga meski terpisah jarak ia perhatian jua.

Pembaruan HubunganRead More »

Tahun ini kita belajar, bahwa tak ada yang benar-benar bernama kepastian.  Kepastian hanyalah keinginan kita. Keinginan yang sudah ada sejak ayahanda kita Adam dulu digoda dengan keinginan menggapai keabadian. Namun kini kita sedang berada di dunia, dan tugas kita bekerja memakmurkannya. Sedang hakikat pekerjaan itu sendiri adalah ujian. Selalu ada kesenjangan antara apa yang terjadi

Tak Ada KepastianRead More »

Sebuah pertanyaan menarik muncul di grup Alumni Belajar NLP Online: “Bagaimana pendapat teman-teman tentang berutang?”  Mulanya, aku tak ingin menjawab, atau bahkan mengomentari. Sebab grup ini memang tidak punya kepentingan membahas itu. Banyak referensi lain yang lebih valid. Apalagi, kami di grup ini tak punya kompetensi soal ini. Namun tak lama berselang, aku terpikir sesuatu.

Membedah Utang dari Sudut Pandang NLPRead More »

Saat ku tulis artikel bertajuk “Masa Ini adalah Anugerah”, ku akhiri ia dengan sebuah ungkapan tentang hidup yang semestinya. Seorang kawan yang membaca tulisan itu bertanya, mungkin kepada dirinya sendiri, tapi aku pun turut berpikir, “Seperti apakah hidup yang semestinya itu?” Sebuah pertanyaan yang tampak sederhana, namun ia menghendaki kerumitan jawaban. Sebab dengan mudah kita

Hidup yang Semestinya?Read More »

Bukan. Aku tak sedang menafikan bahwa ada yang kesusahan di masa ini. Kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, kehilangan keluarga, kehilangan kebebasan. Aku hanya ingin menelaah bagaimana ajaran “bersama kesulitan, ada kemudahan” sedang bekerja.  Ya, kesulitan dan kemudahan sejak dulu selalu berjalan beriringan. Dua sisi dari mata uang yang sama. Bahkan lama ku pahami makna bahwa tiap

Masa Ini adalah AnugerahRead More »