Sebuah pertanyaan menarik muncul di grup Alumni Belajar NLP Online: “Bagaimana pendapat teman-teman tentang berutang?”  Mulanya, aku tak ingin menjawab, atau bahkan mengomentari. Sebab grup ini memang tidak punya kepentingan membahas itu. Banyak referensi lain yang lebih valid. Apalagi, kami di grup ini tak punya kompetensi soal ini. Namun tak lama berselang, aku terpikir sesuatu. […]

Saat ku tulis artikel bertajuk “Masa Ini adalah Anugerah”, ku akhiri ia dengan sebuah ungkapan tentang hidup yang semestinya. Seorang kawan yang membaca tulisan itu bertanya, mungkin kepada dirinya sendiri, tapi aku pun turut berpikir, “Seperti apakah hidup yang semestinya itu?” Sebuah pertanyaan yang tampak sederhana, namun ia menghendaki kerumitan jawaban. Sebab dengan mudah kita

Hidup yang Semestinya?Read More »

Bukan. Aku tak sedang menafikan bahwa ada yang kesusahan di masa ini. Kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, kehilangan keluarga, kehilangan kebebasan. Aku hanya ingin menelaah bagaimana ajaran “bersama kesulitan, ada kemudahan” sedang bekerja.  Ya, kesulitan dan kemudahan sejak dulu selalu berjalan beriringan. Dua sisi dari mata uang yang sama. Bahkan lama ku pahami makna bahwa tiap

Masa Ini adalah AnugerahRead More »

Masa pandemi adalah untuk pertama kalinya, sejak kami berkeluarga, bersama 24 jam berhari-hari, bahkan hitungan bulan di awal-awal. Sehingga ini lah masa-masa saat kami benar-benar baru melihat keutuhan diri kami tanpa jeda yang berarti. Sulit untuk menutupi bagian dari diri yang tak ingin ditampakkan. Loh, bukankah memang demikian dalam keluarga? Tidak juga. Setidaknya bagi yang

Cinta Berarti Meluaskan PetaRead More »

Pandemi Covid 19 ini menyisakan ruang kegalauan di banyak orang. Bisnis yang menurun, bahkan tak bisa berjalan, menambah jumlah orang-orang yang diberi istilah halus—dirumahkan—bertambah dari hari ke hari. Yang masih selamat pun, sulit tuk menghindar dari pemotongan gaji. Yang masih bergaji utuh pun, terpaksa dagdigdug mencari cara agar perusahaannya tetap bisa bertahan. Sementara itu, ku

Rezeki yang Tak DianggapRead More »

Persahabatan adalah sebuah hubungan yang unik antarmanusia. Pertama, ia bisa hadir dalam berbagai bentuk hubungan formal lain. Suami istri, bisa menjadi layaknya sahabat ataupun tidak. Begitu pula kakak-adik. Ya, tak bisa kita pungkiri bahwa ada rumah tangga yang memang bersifat formal. Ia sah secara hukum, namun tak menyediakan kehangatan. Hanya keluarga yang menghadirkan persahabatan yang

Persahabatan adalah KehormatanRead More »

Wabah COVID 19 dianggap melahirkan pola kerja dari rumah. Sebuah pola yang sejatinya tak baru-baru amat. Sekian profesi telah lama menjalaninya. Tapi memang belum pernah semasif ini. Benar ada industri yang tak memungkinkan untuk itu. Namun setidaknya sekian persen orang bekerja ternyata mungkin tetap bekerja selama dari rumah. Artinya, bisnis bisa meninjau ulang cara mereka

Work From Home: The Birth or Rebirth?Read More »

Kecemasan adalah reaksi yang wajar kala krisis melanda. Sebagaimana emosi jenis lain, ia hadir sebagai mekanisme pertahanan diri kita dalam kondisi ketidakpastian. Maka selayaknya penanda, kita tak harus fokus pada alarm, melainkan bertanya lebih lanjut, “Apa penyebab menyalanya alarm itu?” “Loh, bukankah penyebabnya sudah jelas? Yakni kondisi krisis itu sendiri?” demikian mungkin pertanyaan Anda. Rupa-rupanya,

Mengelola Kecemasan di Masa KrisisRead More »

Bagi sebagian besar orang yang kondisinya memungkinkan, rumah adalah tempat kita menjalankan berbagai peran sekaligus. Peran sebagai diri. Peran sebagai orang tua. Peran sebagai profesional. Peran sebagai pelajar. Peran sebagai anggota keluarga. Dan seterusnya. Ya, tiba-tiba semuanya mesti dikerjakan dari rumah, setidaknya untuk sementara. Dan ia menghendaki demarkasi dalam pikiran. Di pikiran lah kita bisa

Meninjau Ulang Makna Kerja dan BelajarRead More »

Kerap aku mengadakan survei kecil-kecilan di kelas-kelas kepemimpinan yang ku fasilitasi. Di kelas tersebut, banyak para peserta yang memiliki pengalaman panjang memimpin organisasi. Pertanyaan yang ku ajukan adalah, “Berapa orang di antara kita di ruangan ini, yang ketika mendapat amanah sebagai pemimpin tim, segera, dengan inisiatif pribadi, mencari referensi kepemimpinan? Apakah bentuknya adalah membaca buku,

Mewariskan Gaya KepemimpinanRead More »