“Bukan tugas guru untuk memahamkanmu. Pemahaman lahir dari usahamu sendiri.” Pemahaman adalah anak tangga setelah pengetahuan. Meski menurut Taksonomi Bloom hanya lebih tinggi satu langkah, jarak antara keduanya bisa teramat jauh. Pernahkah merasa baru memahami sebuah ilmu, bertahun-tahun sejak pertama kali mempelajarinya? Kerap kudapati diri ini merindu guru yang mampu menjelaskan berbagai pengetahuan dengan mudah […]

“Jasa gurumu takkan pernah terbalas. Maka jangan pernah sekali-kali merasa pernah membalasnya.” Karena ilmu ibarat bangunan, maka apa yang ada di bawahnya selalu menopang apa yang ada di atasnya. Dan selayaknya bangunan, yang kokoh menopang di bawah, yang dibangun jauh lebih dulu daripada pernak-pernik indah setelahnya, justru adalah yang paling tak terlihat. Dicermati lebih jauh,

Guru: Jasa nan Tak Pernah Bisa TerbalasRead More »

“Belajar menghendaki ketekunan melakukan pengulangan dan perbaikan.” “Setelah dua tahun,” tutur seorang kawan, “akhirnya aku baru bisa mengerti apa yang pernah kau ajarkan. Semuanya seperti tercerahkan, terangkai dengan rapi. Sebelumnya, berbagai teori ini seperti tersimpan secara acak.” Tampak tak asing? Tentu. Bukan sekali dua kali kudapati kisah seperti ini. Aku pun demikian. Mempelajari belasan buku

Membangun KeahlianRead More »

“Kulihat ketekunan, namun belum lagi nampak kebaikan.” “Saya melihat banyak penuntut ilmu pada zaman ini tekun dalam belajar,” tulis Syaikh Az Zarnuji dalam pembukaan kita beliau nan ternama, Ta’lim Muta’allim, “tapi tak berhasil menggapai manfaat dan buahnya—yaitu aplikasi ilmu dan pengembangannya. Sebab mereka salah jalan dan mengabaikan persyaratan.”

Ilmu adalah cahaya. Demikian sebuah nasihat. Mulanya, kuanggap ia sebuah metafora. Namun kiranya, ia kenyataan belaka. Ilmu adalah cahaya. Sebab kala tak berilmu, pikiran memang gelap. Coba saja pikirkan sebuah aktivitas yang diri ini tak punya ilmu sedikit pun tentangnya. Apa yang muncul dalam benak? Gelap, bukan? Sisi lain, pikirkan sebuah kegiatan yang diri ini

Ilmu adalah CahayaRead More »

“Ilmu datang sebab kerendahan hati. Keangkuhan adalah dinding tebal penghalang cahaya.” Teringat kembali sebuah nasihat bijak, bahwa ilmu laksana air, hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah. Untuk menerima kucuran teh, cangkir mesti diletakkan di bawah teko. Sesedikit apapun teh tersisa di teko, kala cangkir bersabar berada di bawahnya, kan mengalir jua mesti setitik. Dan

Kekayaan di Jalan IlmuRead More »

Siang ini saya berbincang dengan seorang sahabat, Mas Kartiko Adi Pramono. Beberapa lama, diskusi pun mengerucut pada soal keinginannya menulis sebuah buku. Salah satu hambatan yang ia rasakan adalah adanya kekhawatiran kalau tulisan yang dibuat tak benar sepenuhnya, padahal mungkin isinya diikuti orang. “Sebab ilmu kan hanya apa kata Allah, dan apa kata rasul,” demikian

Menulis untuk MencatatRead More »

“Ilmu paling berharga adalah kerendahan hati.” Hati nan direndahkan, adalah pintu ilmu. Sebab ilmu layaknya air, hanya mengalir pada tempat yang lebih rendah. Hati adalah pengendali pikir dan tubuh. Kala hati direndahkan, pikir dan tubuh kan mengikuti. Kala hati ditinggikan, pikir dan tubuh menutup diri. Pada hati yang direndahkan, ilmu kan hadir meski dari arah

Ilmu Paling BerhargaRead More »

Menjadi trainer, atau fasilitator, bukanlah cita-cita saya sejak kecil. Ia saya temukan secara tak sengaja saat kuliah, yang kemudian saya merasa merupakan salah satu jalan yang diberikan Tuhan untuk menjadikan kehidupan saya berarti. Terus hingga kini, mengajar—apapun istilah yang digunakan—adalah sebuah pengabdian. Entah bagaimana saya merasa bahwa Tuhan karuniakan saya kemampuan yang semoga bermanfaat. Namun

Trainer adalah GuruRead More »

“Apa-apa yang belum kau pahami, adalah jalan tuk pertumbuhanmu.” Kita bertumbuh, setiap kali hadir sebuah tanya. Sebab pertanyaan, adalah jalan tuk ditemukannya banyak jawaban. Maka meski jawaban tersedia di hadapan, jika tak hadir pertanyaan, tidak lah ia kan mengemuka. “Mengajukan pertanyaan,” kata orang bijak, “adalah kecerdasan tersendiri.” Ya, karena dalam nasihat lain disebutkan, “Pertanyaan itulah,

Ketidakpahaman adalah Jalan PertumbuhanRead More »