“Jika kamu menyatakan suatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan kesalahan orang lain, sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.” An Nisa’: 149 Hidup produktif, bagi insan beriman, bukan semata soal banyak dan kasat mata. Bukan hanya yang ada di dunia. Insan beriman, ingin memastikan bahwa apa yang ia hasilkan terhitung jadi kebaikan pada hari perhitungan kelak. Maka […]

“Memaafkan berarti melepaskan yang jadi beban. Karenanya langkah kan cepat lagi ringan.” Dendam, ujar sebuah nasihat, serupa meminum racun, namun berharap orang lain yang mati. Mustahil? Tentu. Maknanya, menyimpan dendam tak merugikan kecuali bagi diri sendiri. Rasa dendam yang terpendam bukanlah rasa yang alamiah bagi insan. Ia berisi pikiran buruk pemicu gejolak emosi yang hadirkan

Maafkan, Agar RinganRead More »

“Memaafkan adalah mengambil hikmah, dan meninggalkan perniknya.” “Marah dan kecewa,” ujar nasihat jernih, “seringkali bukan merupakan emosi utama. Maka mengikutinya hanya kan membuatmu tersesat.” Dalam ranah psikologi, kita dapati istilah primary dan secondary emotion. Kala kita sedang berkendara, lalu menyeberanglah seseorang tanpa aba-aba, seketika emosi terkejut terbit dalam diri.