“Jika tak menulis, jangan-jangan kita tak berpikir.” Belajar diawali dengan menyimak. Ya, menyimak. Tak sekedar mendengar. Sebab mendengar hanya bisa selewatan. Sedang menyimak berarti memperhatikan tiap detil. Menandai apa nan penting-penting. Dengan menyimak kita kan tahu. Namun tahu masih berjarak dengan mampu. Di tengah keduanya ada paham. Takkan terjadi mampu tanpa paham. Pemahaman, ia tak […]

Satu hal yang kukagumi dari para ilmuwan adalah kegemaran mereka mencatat. Ya, bahkan untuk hal-hal yang orang awam menganggap remeh. Hal-hal yang luput dari penglihatan keseharian, dalam kacamata para ilmuwan, adalah data yang tak boleh dilewatkan. Sebab dari sana lah lahir dasar atas sebuah penafsiran, yang kemudian menjelma ilmu pengetahuan. Disebut research, sebab kegiatan yang

Mencatat: Membangun Pengalaman di Atas PengalamanRead More »

“Jika kata ‘menulis’ membuatmu ragu, gantilah dengan kata ‘mencatat’.” Salah satu tetanda majunya peradaban adalah maraknya karya tulis. Karya tulis yang bermutu, penuh ilmu, rekam jejak perjalanan para guru. Apalagi kebiasaan menulis, adalah pasangan serasi dari kebiasaan membaca. Tak mungkin seseorang produktif menulis, jika ia tak rajin membaca. Meski, tak semua yang gemar membaca, gemar

Gantilah ‘Menulis’ dengan ‘Mencatat’Read More »

Menyambung obrolan dengan seorang sahabat yang saya tulis pada artikel sebelumnya, saya pun teringat pada beberapa hal yang saya lakukan untuk menjadikan setiap kegiatan pembelajaran menjadi mengasyikkan. “Kau boleh berhenti sekolah, tapi jangan pernah berhenti belajar.” Nasihat ini, sungguh menegaskan bahwa belajar harus kita jauhkan dari semata kegiatan dalam sekolah. Pandanglah belajar sebagai ruh kehidupan.

Merasakan Asyiknya PembelajaranRead More »