“Jangan banding-bandingkan dirimu dengan orang lain, tapi belajarlah padanya.” Tak perlu diri membanding-bandingkan dengan orang lain, sebab tiap diri sungguh telah diciptakan berbeda, dengan tugas masing-masing. Apalagi jika pembandingan itu malah menjadikan diri terpuruk, dan tak tergerak untuk bangkit. Waktu terus berjalan, tugas mesti ditunaikan, keterpurukan hanya lah kesia-siaan. “Bukankah kita mesti melihat orang lain, […]

“Bagaimana shalat tak mencegahmu dari kekejian, sedang dalam tiap gerak dan katanya mengandung jutaan kebaikan?” Sungguh menohok terasa kalimat di atas kala pertama kudengar. Menohok, sebab ia benar adanya. Shalat dipersiapkan sebagai ibadah yang kan dihisab paling pertama, sebab begitu banyak keutamaan di dalamnya. Sedikit saja ilmu agama nan diresapi sejatinya telah membuka mata bahwa

Sudahkah Shalat Jadi Penjagamu?Read More »

“Merasa diri layak mendapat pujian, bukanlah tanda insan nan terpuji.” Segala hal milik Allah. Langit nan tinggi, laut nan luas, gunung nan kokoh, debu nan halus. Dan tiada satu pun yang tercipta, melainkan atas kehendakNya. Sungguh diri takkan sanggup mencipta, barang sesayap lalat, kecuali hanya semacam tiruan, itu pun masih menggunakan ciptaanNya yang lain. Lalu

Kala DipujiRead More »

Sebuah mobil mengambil jalur busway, jalur yang bukan haknya. Tak butuh beberapa menit untuk kita mendapati sederetan mobil mengikuti di belakangnya. Dosa jariyah. Sebuah sepeda motor memotong taman pembatas jalan. Rupanya ini telah jadi kebiasaan, sebab pada taman itu tampak jalur bekas roda membelas rerumputan. Entah siapa yang memulai. Tapi ini pun, dosa jariyah. Di

Dosa JariyahRead More »

Siang ini saya berbincang dengan seorang sahabat, Mas Kartiko Adi Pramono. Beberapa lama, diskusi pun mengerucut pada soal keinginannya menulis sebuah buku. Salah satu hambatan yang ia rasakan adalah adanya kekhawatiran kalau tulisan yang dibuat tak benar sepenuhnya, padahal mungkin isinya diikuti orang. “Sebab ilmu kan hanya apa kata Allah, dan apa kata rasul,” demikian

Menulis untuk MencatatRead More »

“Pada kesabaran, ada keberuntungan.” Demikian banyak janjiNya bagi orang-orang yang sabar. Mulai dari kebaikan kecil di dunia, sampai kebaikan besar di surga. Ada tempat khusus yang takkan terjamah kecuali oleh orang yang sabar. Ya, sebab sabar adalah hulu dari hilir segala kebaikan. Tiada kan lahir kebaikan, tanpa diawali kesabaran. Pada dia nan terburu-buru, kegagalan tinggal

Pada Kesabaran Ada KeberuntunganRead More »

“Berbekal keyakinan, kan tampak bagi diri apa-apa yang bagi orang lain tak kelihatan.” Keyakinan, adanya dalam hati. Ia kesatuan pikiran dan perasaan. Mungkin ada unsur kelogisan diperlukan, namun ketika telah terbentuk, maka logis tak lagi relevan. Di titik inilah keajaiban manusia. Kala telah yakin, ia mampu melihat apa nan belum terlihat. Kadang ini berdampak buruk.

Cermati KeyakinanmuRead More »

“Membaca dan memilah. Itulah guna mata dengan kelopaknya. Sebab tak semua yang tampak sedemikian adanya.” Seeing is believing. Demikian ujar sebuah nasihat. Bahwa kita yakin, tersebab kita melihatnya sendiri. Jadilah banyak insan gemar mencari bukti sebelum meyakini. Hingga sulit meyakini, kala tak tersaji apa yang tampak. Ada kalanya aku setuju dengan ini. Namun ada kalanya

Guna Mata Kala TerpejamRead More »

“Berniatlah tuk hening. Demi membiarkan makna-makna meresap perlahan mengisi ruang-ruang yang kering dalam jiwa.” Kehidupan ini riuh. Dan dalam keriuhan itulah kita terlibat menghidupkannya. Tanpa larut dalam riuh, kita tak ambil bagian, dan karenanya tak pula merasakan kenyataan. Dalam keriuhan, kita menghasilkan sesuatu, menyumbang sesuatu, menikmati sesuatu. Namun sebagaimana layaknya keterlibatan, kita utuh. Maka sulit

HeningRead More »

“Ada insan yang memukau matamu, tapi tak berbekas dalam hatimu. Ada insan yang tak menarik matamu, tapi tertinggal dalam hatimu.” Apa sebab mata tersedia dua buah, namun diberi penutup? Benar. Sebab kita acapkali perlu melihat dua kali tuk bisa meyakini sesuatu. Namun penghilatan pun seringkali tertipu, maka diberilalah ia penutup berupa kelopak mata. Maknanya, kita

Dimana Kau Tinggalkan Jejak?Read More »