“Salah satu ciri ahli adalah kemampuan mencermati dan menghargai.” Pikiran ini hadir—mungkin lebih tepatnya kembali hadir—saat membaca buku Kecerdasan Semiotik karya Prof. Yasraf Amir Piliang dan Audifax. Lama judul itu ku pertimbangkan tuk dibeli, bukan karena bisa mengira manfaat isinya, tapi karena unik. Kecerdasan kok semiotik. Kecerdasan apa lagi itu?  Semiotika sendiri adalah ilmu yang […]

Teramat wajar di masa pandemi ini, kita bersedih atas apa yang hilang. Pekerjaan yang hilang. Pelanggan yang hilang. Penghasilan yang hilang. Kesenangan yang hilang. Hasrat alamiah kita memang menginginkan lebih, bukan kurang. Maka kala ada yang berkurang, hasrat ini kehilangan pemuasnya.  Tapi jika dicermati, tabiat hasrat tak dipuaskan dengan hal yang benar-benar bersifat fisik. Bukan

Apa yang Lebih? Apa yang Datang?Read More »

“Tindakan ke luar lahir dari keselarasan di dalam.” Adalah Robert Dilts, seorang pakar ilmu pengembangan diri bernama Neuro-Linguistic Programming (NLP) yang menyusun sebuah model untuk melakukan refleksi diri. Model itu bernama Neuro-Logical Level (NLL). Singkat cerita, menurut Dilts, pikiran manusia tidak satu jenis, melainkan memiliki lapisan-lapisan yang satu sama lain saling mempengaruhi. Level paling dasar

Carilah Jawaban di DalamRead More »