“Uang bisa membeli kebahagiaan, justru kala ia diberikan.” Ya. Di sinilah paradoksnya. Insan mengumpulkan uang, lalu hadir kesenangan. Namun sebagaimana tabiat kesenangan, ia sesaat belaka. Lalu dijadikanlah uang itu alat tuk membeli beragam kenikmatan. Lagi-lagi ia segera terbitkan kesenangan. Dan lagi-lagi kesenangan itu sementara saja. Sebab sejatinya kala uang digunakan untuk membeli, dan pakai sendiri, […]