Cukup Sedikit Saja

“Kita, adalah apa-apa yang kita biasakan.” Dua minggu lalu, laptop ku tersiram kopi. Sedikit saja, dan ia mati seketika. Ya, ia mati tak tak hidup...

Coaching Insight #6: Coaching dan Perubahan Budaya Organisasi

Beberapa tahun memfasilitasi organisasi untuk membenahi budaya mereka menguatkan kesimpulan bahwa kunci utama ada pada kepemimpinan. Jadi paham jika Edgar Schein menjuduli buku fenomenal beliau...

Coaching Insight #5: Satu-satunya Cara

Saat berbagi tentang coaching, kerap saya dapati pertanyaan dan pernyataan dari sobat-sobat yang mengungkapkan kesulitan mereka menjalankan beberapa kompetensi coaching. “Susah juga ya, nggak boleh...

Coaching Insight #4: Bagaimana Menurutmu?

Sebuah tantangan tersendiri, ketika klien coaching saya adalah karyawan yang ditugaskan oleh perusahaan. Ditambah lagi mereka belum pernah mendengar tentang coaching. Ada beberapa langkah, teknik...

Coaching Insight #3: Ini Tentangnya, Bukan Tentangku

Inilah pola pikir paling mendasar yang benar-benar memerlukan perjuangan bagi saya untuk menghayatinya. Karena paling mendasar, maka ia landasan bagi segalanya. Dan segala model serta...

Coaching Insight #2: Pertanyaan Itu pun, Untukku

Seorang klien, disebut coachable, ketika ia memang telah berada dalam kondisi psikologis yang siap untuk melakukan perubahan. Maka kondisi klien, sebenarnya sama dengan kondisi saya...

Coaching Insight #1: Coaching Menumbuhkanku

Saya pertama kali mengenal istilah coaching sebagai sebuah proses dan coach sebagai profesi pada sekitaran tahun 2007. Tiga tahun sejak pertama kali belajar NLP. Di...

Guru: Jasa nan Tak Pernah Bisa Terbalas

“Jasa gurumu takkan pernah terbalas. Maka jangan pernah sekali-kali merasa pernah membalasnya.” Karena ilmu ibarat bangunan, maka apa yang ada di bawahnya selalu menopang apa...

Membangun Keahlian

“Belajar menghendaki ketekunan melakukan pengulangan dan perbaikan.” “Setelah dua tahun,” tutur seorang kawan, “akhirnya aku baru bisa mengerti apa yang pernah kau ajarkan. Semuanya seperti...

Berilmu lah dengan Iman

 “Berilmu tanpa beriman itu, serupa menggunakan mobil pinjaman namun menafikan yang meminjamkan.” Berkali-kali dalam kitabNya, kita diperintahkan untuk memperhatikan, berpikir, merenung. Tak sempurna keimanan seseorang...