Berbagi Impian: Rumah Baca 

Aku ingin berbagi kepadamu sebuah mimpi. Barangkali kau tertarik, bolehlah kita mewujudkannya bersama.

Ya, sudah lama aku bermimpi untuk memiliki sebuah perpustakaan publik. Rumah baca yang menjadi tempat belajar bersama. Tentu saja tidak hanya orang bisa datang untuk meminjam buku dan membaca, kita tentu akan berdiskusi di sana. 

Tapi rumah baca itu tentu perlu bisa hidup dan berkembang. Maka yang ku bayangkan adalah ia memiliki cara untuk menopang hidupnya. Saat ini, sudah banyak perpustakaan yang merupakan pengembangan dari kafe. Boleh juga. Membaca, diskusi, dan mengopi adalah kegiatan yang bisa dilakukan sekali jalan.

Kemungkinan lainnya? Rumah makan Padang. Ah, seru kan? Orang bisa datang karena lapar dan ingin kenyang, maka makan dulu di lantai satu. Sehabis itu bisa membaca di perpustakaan lantai dua. Pesan kopi bisa di bawah atau di atas. 

Ngomong-ngomong warung Padang, maka jadi terpikir pula, namanya adalah Warung dan Perpustakaan Tan Malaka, atau Buya Hamka. Menu signature-nya Kopi Madilog. Haha.. 

Maka perpustakaan ini jadi makin seru karena punya kelas-kelas rutin. Berdasarkan minat yang diusulkan oleh anggotanya. Mungkin kelas belajar psikologi, filsafat, memasak, parenting, merajut, melukis, mendongeng, menulis, bahkan bela diri. Ini adalah tempatnya orang datang dan belajar bersama. Belajar dalam bentuknya yang asali, di luar sekat-sekat bernama sekolah. Bahkan, ia memang hadir untuk melengkapi dan melanjutkan sekolah. Sekolah telah mengajarkan dasar-dasar pengetahuan, perpustakaan melengkapi dan melanjutkan perjalanannya. 

Yang sudah ku miliki saat ini adalah buku-buku. Ada 14 rak di rumahku. Lima level tiap raknya. Penuh terisi buku depan dan belakang. Jadi perkirakan sendiri jumlahnya, aku belum menghitungnya. Cukup lah untuk memulai. Toh aku belum ingin pensiun sebagai pembeli buku. 

Jadi, kalau kamu punya ruang, atau kamu punya keahlian memasak masakan Padang, atau membuat kopi, mari kita kolaborasi. Tak semuanya harus kita kerjakan sendiri. Ide ini mungkin dari ku, namun lewat tulisan ini aku ingin membiarkannya mengembara hingga memancing keinginanmu untuk memilikinya juga. 

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *