“Bagaimana sih, ceritanya pacing-leading bisa menjadi jalan untuk membangun keakraban?” Demikian pertanyaan yang seringkali saya dengar pada beberapa kelas yang di dalamnya saya selipkan materi tentang cara membangun rapport ala NLP. Sebagaimana hobi saya memang amat gemar membagi pengetahuan apapun yang saya miliki sekalipun baru secuil, maka saya pun teringat pengalaman saya di kelas NLP […]
Category: NLP Practice
Saya sungguh bersyukur. Sudah tidak terhitung berapa kali saya bisa menjadi sobat belajar di berbagai pelatihan sejak pertama kali mendirikan milis Indonesia NLP Society. Bersyukur bukan hanya karena beberapa di antaranya menghadirkan kompensasi finansial yang amat layak, namun juga ada hal lain yang jauh lebih penting.
Setelah pada 2 tulisan sebelumnya kita membahas konsep, maka pada tulisan kali ini saya akan mengajak Anda untuk mulai melakukan praktik latihan sederhana. Pikirkan sebuah situasi ketika Anda merasa begitu mudah dalam mempelajari sesuatu. Bagus. Sekarang, apa yang Anda lihat? Adakah ia seperti sebuah film yang bergerak atau foto yang diam? Adakah ia berbingkai atau
“Anak saya itu lho, kalau disuruh belajar kok susaaaaaaahnya minta ampun. Kerjaannya cuma main game terus seharian,” keluh seorang ibu. “Wah, ibu pasti senang banget ya?” ujar saya. “Loh, gimana sih? Ya pusing lah. Seandainya saja dia bisa belajar seperti main game itu, nggak usah disuruh-suruh. Seharian konsen terus.” “La itu, emang gimana dia bisa
Khawatir. Demikian kata yang akrab dengar beriringan dengan merebaknya berita tentang krisis ekonomi global yang muncul beberapa waktu belakangan.Betapa tidak? Beberapa rekan sudah merasakan sendiri pemangkasan yang dilakukan oleh perusahaannya. Rekan yang lain bahkan sudah diberi paket hemat untuk dapat bekerja secara mandiri atau mencari perusahaan lain yang mampu mempekerjakan mereka. Semua karena apa?
Manusia hidup itu karena ia belajar! Ups…tunggu dulu ah. Masak baru mulai sudah mengeluarkan pernyataan yang aneh-aneh. Hmm…tapi didengarkan dengan perasaan yang tenang…kalimat tersebut tidak aneh ah. Ya, karena memang demikian lah kenyataan yang kita alami.
Krisis ekonomi global. Nilai rupiah menurun. Dolar semakin tinggi. IHSG menakutkan. Ekspor menurun. Budget dipotong. Karyawan dikurangi. Para presiden pusing. Para menteri pening. Para pialang kriting. Jika Anda sama dengan saya, maka kata-kata di atas adalah kata-kata favorit berbagai media beberapa minggu belakangan. Sampai-sampai, saya menemukan sebuah lelucon yang menceritakan seorang anak yang mengatakan bahwa
Sudah 1,5 tahun sejak pertama kali Indonesia NLP Society berdiri. Pertama kali mengusung tema Street Smart NLP, saya hanya berangkat dari sebuah tujuan sederhana: mempelajari NLP dengan benar dan mudah, serta murah. Selama kurun waktu tersebut pula, saya berinisiatif untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang memungkinkan bagi saya dan anggota komunitas ini untuk belajar secara
Menjelang puasa, nuansa ruhani dan spiritual semakin mengelilingi kehidupan saya. Bulan magis ini memang luar biasa. Disebut sebagai bulan kemarau, agar orang tidak silau dengan kemudahan, dan menarik makna dari ‘kesulitan’. Baru saja saya selesai mengisi kelas 2 hari tentang aplikasi NLP di bidang rekruitmen, saya pun mendapatkan ilmu baru. Bermula dari kebiasaan saya untuk
Sebelum Anda membaca lebih jauh dan menyelesaikan artikel ini, saya ingin mengklarifikasi bahwa tulisan ini bukan dibuat berdasarkan logika seorang ahli sosial politik, kenegaraan, atau perekonomian. Saya tidak mengerti satu pun di antara ilmu-ilmu tersebut, selain dari apa yang saya logikakan sendiri. Ini hanya sebuah kicauan dari anak bangsa, yang dengan apa yang dimilikinya ingin

Recent Comments