INLPS bermula dari sebuah mailing list yang isinya adalah pertukaran informasi dan percakapan lewat tulisan. Selain itu, keberadaannya juga ditopang oleh sebuah blog yang isinya juga adalah tulisan. Jadi sejarah INLPS sebenarnya adalah sejarah tulis-menulis. Pada masa yang berbarengan ketika itu, marak pula sebuah blog yang bernama Portal NLP, didirikan oleh Pak Ronny Ronodirjo. Portal […]
Category: NLP Reflections
Tanggal 3 April 2026 yang lalu, INLPS berusia 19 tahun. Teman-teman mungkin sudah tahu sejarahnya. Dimulai dari mailing list (sepertinya yang kenal hanya generasi milenial) dari tahun ke tahun alhamdulillah kita berkembang sebagai komunitas. Mempertahankan sebuah komunitas tidak mudah, sebab ikatan komunitas adalah ikatan non material. Ikatannya harus emosional, sosial, intelektual. Maka struktur organisasi yang
Dalam NLP, kita mengenal satu framework yang disebut dengan Neuro-Logical Level (NLL). Kerangka berpikir ini dimaksudkan oleh perumusnya, Robert Dilts, sebagai payung dari berbagai model dan teknik NLP. Singkatnya, intervensi dalam NLP bisa dipahami dalam berbagai area, mulai dari lingkungan, perilaku, kemampuan, keyakinan, identitas, dan spiritualitas. Setiap persoalan di satu level area, jika ingin diatasi,
Identitas Diri dan Ruang Moral bernama SpiritualitasRead More »
Jika dirunut-runut, keputusanku belajar filsafat tidak bisa dilepaskan dari pengalamanku belajar Neuro-Linguistic Programming (NLP). Singkat cerita, ilmu psikologi praktis yang ku tekuni sejak 2004 itu kerap dianggap tidak ilmiah, bahkan disebut sebagai pseudosains (sains semu). Anggapan ini terutama muncul karena setiap kali kita melakukan pencarian tentang NLP di peramban seperti Google, yang akan kita temukan
Sejarah NLP diawali dengan sebuah aktivitas bernama modeling. Modeling bermakna model-ing, melakukan proses memodel (meniru), atau bisa juga dipahami sebagai menyusun sebuah model. Jika kita meyakini bahwa manusia bertindak berdasarkan model dunia yang dimiliki (map), maka menyusun sebuah model berarti menyusun sebuah peta untuk menghasilkan tindakan. Maka kata model dan memodel merupakan kata kunci dalam
Setelah menulis tentang perjalanan ELC di artikel sebelumnya, aku baru tersadar bahwa sebenarnya program sertifikasi NLP Coaching justru berumur lebih tua dari itu. Ya, kelas coaching berbasis NLP sendiri kan sudah diadakan sejak 2010, tapi hanya berupa kelas pendek berdurasi dua hari. Perlu ku akui, saat itu pun kemampuan coaching ku masih amat terbatas. Meski
Ku tulis di artikel sebelumnya, bahwa ELC sudah berumur sepuluh tahun. Ia dimulai sejak 2015 dengan nama NLP Essentials. Kala itu durasinya tiga hari, berjalan dua angkatan. Setelahnya, kami merasakan bahwa materi yang dirasa penting sungguh sulit dibawakan dalam tiga hari. Jadilah kami desain ulang sehingga jadi empat hari, dibagi menjadi dua modul. Ah, aku
Baru ku sadari hari ini, di kelas Essential Life Course (ELC) Jakarta, bahwa INLPS sudah bekerja sama dengan Amaris Kemang selama sepuluh tahun. Ini juga sekaligus menandai bahwa program ELC sudah berjalan 10 tahun juga. Wah, lama juga ya. Alhamdulillah. Ah, mungkin ini adalah momen tepat untuk merefleksikan perjalanan ELC dan INLPS, bersama Amaris Kemang
Sebagaimana ku bahas di artikel yang lalu, memodel adalah cara belajar paling purba, paling alamiah dari manusia. Ia bisa saja tak terasah, namun sebenarnya tak pernah hilang. Dan NLP, adalah metodologi yang berusaha untuk melatih kembali cara belajar itu.
Bahasa adalah cara manusia menyampaikan pikiran dan perasaannya. Lebih jauh, bahasa adalah cara manusia mengekspresikan siapa dirinya. Apa yang ada dalam pikiran manusia tak terindera. Agar dapat dipahami bersama, manusia mewakilkannya pada bahasa. Yang disebut Teddi jelas tak hanya tubuhnya. Tapi keseluruhan dirinya, dan sejarahnya. Maka kata “Teddi” itu mewakili kesemua yang bisa ditangkap tentang

Recent Comments