<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; […]
Category: NLP Reflections
Sebuah pelajaran menarik baru saja saya temukan dalam sebuah buku karya Richard Bandler. Saya tidak ingat persis bagaimana kalimatnya, namun kurang lebih isinya adalah seperti ini. “Anda bisa tersenyum jika ada seseorang yang tidak Anda kenal melakukan kesalahan kecil kepada Anda, seperti menyenggol atau menumpahkan sesuatu. Tapi entah mengapa, jika hal itu dilakukan oleh istri
Karena Kamu Istriku, Maka Aku Boleh Berkata Kasar PadamuRead More »
Ups, ada yang kelupaan dari judul di atas. Seharusnya, “Mengapa Hidup Serasa Begitu Sulit?”. Ya, ini adalah sebuah pertanyaan saya yang sedang kagum dengan kemampuan manusia mengendalikan pikirannya sendiri.
Semalam saya browsing artikel yang membahas mengenai Richard Bandler. Salah dua yang saya temukan adalah artikel berjudul “Brief History of NLP” dan “The Bandler Method”. Menarik mencermati bagaimana awal-awal NLP dikembangkan, yang benar-benar menggunakan cara-cara yang ‘aneh’ dan ‘gila’. Sebuah cara yang menurut saya memang umum ditempuh oleh para innovator.
Wow, tidak terasa ya, sedikit lagi lebaran. So, how’s your Ramadhan? Alhamdulillah, saya bisa memenuhi salah satu target saya untuk bisa hidup lebih sehat. Turun berat badan 4 kg hanya dengan puasa, tanpa obat pelangsing. Kembali ke laptop (ups, pinjem ya Mas Tukul). Jika di awal bulan puasa lalu kita sudah merumuskan apa yang kita
Menjalani puasa sejak kecil hingga saat ini, hal yang paling sering saya dengar tentang makna puasa adalah menahan. Ya, menahan, mulai dari lapar, haus, dan juga hawa nafsu. Dari menahan, pemaknaan pun berlanjut menjadi pengibaratan diri manusia layaknya mesin yang perlu perawatan. Maka puasa adalah metode untuk men-service diri baik secara fisik, psikis, maupun spiritual
Tepat ketika saya sedang menulis artikel ini, salah seorang member milis kita mengirimkan pesan lewat Google Talk: Pak, tulis tips agar tetap fit selama puasa donk. Sip, jodoh nih, pikir saya. Kebetulan memang belum ada judulnya, seketika itu juga judul di atas terbersit dalam pikiran saya. Loh, baru mulai puasa kok sudah berpikir selesai?
“Apa yang paling penting dalam hidup menurut Anda?” tanya Pak Wi mengawali sesi hari itu. Keluarga, kesehatan, aktualisasi diri, kebahagiaan, kekuasaan, uang, dll, pun muncul dalam kalimat yang dilontarkan secara spontan oleh para peserta. ”Bagi Anda yang menganggap keluarga paling penting, berapa lama Anda pergi meninggalkan keluarga Anda untuk bekerja setiap harinya? Jika uang bukan
Kemarin pagi tiba-tiba sebuah pemikiran aneh muncul dalam pikiran saya. Begini ceritanya. Saya teringat sebuah rumus matematika terkenal: Phytagoras. Menurut Mbah Phytagoras tersebut, kuadrat dari sisi miring sebuah segitiga memiliki jumlah yang sama dengan penjumlahan kuadrat dua sisi siku-sikunya. Dengan kata lain, jikalau kita ingin mengetahui panjang sisi miring sebuah segitiga namun hanya mengetahui panjang

Recent Comments