Jogja selalu memiliki makna special bagi saya. Tidak saja karena kotanya yang eksotik dan magis, melainkan juga sejuta pengalaman unik yang pernah saya alami seakan berloncatan dengan submodality yang meriah setiap kali saya menyusuri jalan-jalannya. Ya, cukup 3 tahun 8 bulan saja saya bermukim di sana, entah sudah berapa banyak kejadian yang membentuk pribadi saya […]
Category: NLP Reflections
Terus terang, saya penasaran dengan artikel saya ini. Penasaran bukan pada hasil akhirnya, melainkan pada respon yang akan saya dapatkan dari pembaca. Bisa jadi sih, tidak ada respon apa-apa. Bisa jadi juga, akan muncul respon yang pro maupun kontra. Saya teringat ketika melakukan riset kualitatif beberapa tahun yang lalu. Ketika itu, proposal yang saya ajukan
Demikian pertanyaan yang masih sering saya dengar dari teman-teman yang membaca artikel saya, melihat buku di tangan saya, mendengar cerita tentang saya, ataupun menerima kartu nama saya. Sebuah pertanyaan yang mendasar, sebab nama ilmu yang ‘aneh’ ini memang seringkali membuat para pendengarnya bertanya-tanya apa sebenarnya makhluk bernama NLP ini. Well, sudah sejak beberapa lama saya
The map is not the territory. Peta bukanlah wilayah yang sebenarnya. Presuposisi yang satu ini adalah senjata ampuh bagi praktisi NLP terutama untuk menerangkan bagaimana setiap manusia memiliki keunikan tersendiri karena setiap manusia menggunakan model dunianya masing-masing. Saya sendiri berpikir presuposisi ini adalah titik kunci pembeda NLP dengan yang lain. Karena itulah yang mendasari proses
Krisis ekonomi global. Nilai rupiah menurun. Dolar semakin tinggi. IHSG menakutkan. Ekspor menurun. Budget dipotong. Karyawan dikurangi. Para presiden pusing. Para menteri pening. Para pialang kriting. Jika Anda sama dengan saya, maka kata-kata di atas adalah kata-kata favorit berbagai media beberapa minggu belakangan. Sampai-sampai, saya menemukan sebuah lelucon yang menceritakan seorang anak yang mengatakan bahwa
Cukup lama saya ingin menulis artikel ini. Namun karena saya masih merasa ada bangunan ide yang masih membutuhkan penggodokan, maka baru hari inilah artikel ini selesai saya tulis. Dan, apakah yang membuat artikel ini lengkap? Sederhana. Yaitu sebuah pertanyaan yang diajukan oleh kawan baru saya, Pak Dr. Gunawan, yang saya kenal secara resmi 3 hari
“Dari tadi aku liat-liat, 2 orang ini nggak masuk-masuk, cuma di depan aja pake ID card ‘Tamu’, eh rupanya nggak mbayar toh. La wong aku aja mesti jual motor dulu buat ikut,” demikian seloroh yang saya dengar dari ‘Suhu’ Widyarto di Sabtu pagi minggu lalu. Saya dan Kang Asep Haerul Gani pun tertawa dan merespon
Dua Hari Jadi ‘Santri Kalong’ di Padepokan NLP-nya Kiai Ronny FurqoniRead More »
Sudah 1,5 tahun sejak pertama kali Indonesia NLP Society berdiri. Pertama kali mengusung tema Street Smart NLP, saya hanya berangkat dari sebuah tujuan sederhana: mempelajari NLP dengan benar dan mudah, serta murah. Selama kurun waktu tersebut pula, saya berinisiatif untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang memungkinkan bagi saya dan anggota komunitas ini untuk belajar secara
Menjelang puasa, nuansa ruhani dan spiritual semakin mengelilingi kehidupan saya. Bulan magis ini memang luar biasa. Disebut sebagai bulan kemarau, agar orang tidak silau dengan kemudahan, dan menarik makna dari ‘kesulitan’. Baru saja saya selesai mengisi kelas 2 hari tentang aplikasi NLP di bidang rekruitmen, saya pun mendapatkan ilmu baru. Bermula dari kebiasaan saya untuk
Sebuah kenyataan umum di antara para praktisi NLP, ketika berbicara tentang komunikasi maka ada angka-angka yang hampir tidak pernah absen disebut-sebut: 7-38-55. Seolah telah menjadi pedoman baku, angka tersebut—biasanya—berbunyi kira-kira adalah bahwa dalam komunikasi kata-kata hanya memainkan peran sebanyak 7%, tonalitas alias cara pengucapan sebesar 38%, dan fisiologi alias bahasa tubuh sebesar 55%. Dan, inilah
Sebab Kita Tidak Hanya Bicara dengan Bahasa TubuhRead More »

Recent Comments