Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Judul di atas mungkin mengingatkan Anda pada sebuah lagu. Lagu yang cukup populer beberapa tahun lalu, plus merupakan sedikit lagu yang saya sukai yang dinyanyikan oleh kalangan boyband. Maka sembari Anda mengingat bagaimana lagu tersebut dinyanyikan, plus merasakan suatu sensasi tertentu dalam tubuh dan pikiran Anda, saya akan menceritakan mengapa saya […]
Category: NLP Reflections
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Sudah hampir 8 tahun sejak saya pertama kali belajar mengemudi mobil.Tiga tahun di antaranya benar-benar mengemudi setiap hari, dengan jarak tempuh 60 km pulang pergi setiap harinya. Maka hampir 4 jam setiap hari saya berada di jalanan, menyelami kemacetan bersama Si Ceri—nama untuk mobil Daihatsu Ceria kami. Ada begitu banyak pelajaran
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Pak, saya sudah ikut training yang Bapak rekomendasikan. Kok saya nggak dapet apa-apa ya? Biasa aja tuh. Ted, aku sudah baca buku yang katamu bagus, tapi nothing special tuh. Mas, saya sudah baca juga buku yang Mas ceritakan tadi. Tapi kok saya nggak bisa mendapatkan pelajaran seperti layaknya Mas ya? Menyelesaikan
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Seiring dengan proses editing naskah saya, saya pun melakukan peninjauan kembali naskah tersebut dari awal hingga akhir. Sebuah proses yang melelahkan, namun sekaligus mencerahkan. Kok mencerahkan? Ya, karena rupanya saya jadi berkesempatan untuk meninjau kembali berbagai pemahaman yang sejauh ini telah begitu mapan saya tanam dalam diri saya tentang NLP. Uniknya,
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Sudah hampir 5 tahun sejak pertama kali saya mengenal NLP. Sebuah masa yang pendek jika dilihat dari angkanya, sekaligus panjang saat dirunut tiap detik yang ada di dalamnya. Betapa tidak? Begitu banyak hal—hal-hal yang belum pernah terpikir oleh saya sebelumnya—terjadi ketika saya belajar dan mempraktikkan NLP secara serius. Wah, kok kayaknya
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Si A itu galak. Si B itu nyebelin lho. Demikian 2 kalimat yang saya dengar beberapa waktu belakangan di sebuah kantor. Beruntung, alih-alih mode gosip, yang muncul dalam kepala saya adalah alarm Meta Model. Ya, 2 kalimat tersebut jelas-jelas mengandung pelanggaran Meta Model, yang tidak saja punya efek hipnotik pada pendengarnya,
Mengapa Fitnah Itu Lebih Kejam Daripada Pembunuhan?Read More »
Fiuh, jari-jari saya tergerak juga untuk menuliskan hal ini. Sudah lama ingin, hanya merasa kisahnya masing panjang. Belum saatnya. Tapi, sebab banyak orang yang bercerita tentang impiannya belajar NLP, dan belum kunjung melangkah jua, bulatlah tekad saya untuk berbagi perjalanan pendek saya. Well, NLP bukanlah apa-apa bagi saya. Ia hanyalah pencarian kecil, yang semakin dicari,
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Meta Model? Meta Model yang buat nanya-nanya itu? Yak, tepat sekali! Masak sih bisa buat berempati? Bukannya malah bikin orang sebel ya? Ya, memang bisa bikin orang sebel, kalau belum tahu cara menggunakannya dengan benar. Loh, memangnya gimana cara menggunakan Meta Model dengan benar?
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Sebuah artikel yang menarik saya temukan di milis Daarut Tauhid. Judulnya, “The Power of Subconscious Mind, Adakah?”, karya Saudariku Firliana Putri. Wow, benar-benar judul yang mengandung banyak makna. Dianalisa dari sudut pandang linguistik, dengan menggunakan kata tanya ‘adakah’, judul tersebut sedang menanamkan sebuah asumsi yang ambigu. Saya katakan ambigu karena kalimat
The Power of Subconcsious Mind: Seberapa Besarkah?Read More »
“Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift, that’s why we call it PRESENT.” Demikian kalimat terkenal yang tentu Anda tahu kalau sudah pernah nonton film Kung Fu Panda. Nasihat bijak nan berharga itu dituturkan oleh Guru Oogway kepada Po yang begitu gelisah menjalani latihannya untuk menjadi seorang Pendekar Naga. Film yang “NLP

Recent Comments