“Kala makna diperkaya, pengalaman kan penuh warna.” Kita bereaksi terhadap makna. Dan sebab inilah kita punya kebebasan, apapun keadaan. Kebebasan ini pula lah, yang kala tak dibebaskan, maka kan berbalik membelenggu. Sebab makna, jadikan segalanya tampak nyata. Padahal kenyataan, bagi diri ini selalu merupakan penafsiran. Dan penafsiran, sangat bergantung pada silabus makna yang kita miliki. […]

Abraham Maslow menyebutnya self actualized people. Carl Rogers, rekan seperjuangannya dalam membesarkan mazhab ketiga psikologi—Psikologi Humanistik—menyebutnya fully functioning person. Mudahnya, ia adalah orang-orang yang telah tumbuh sebagaimana mestinya. Menggunakan relasi dengan pendekatan spiritual, ia lah manusia yang menjadi seperti yang Tuhan ciptakan. Orang yang kokoh secara personal, secara karakter, dan kokoh pula secara sosial. Maka

Dari Maslow, ke NLP, ke CoachingRead More »

1 Maret 2013 lalu adalah momen penantian panjang saya untuk bisa belajar langsung dari salah satu pendiri Neuro Semantics, L. Michael Hall. Mengikuti tulisan beliau sejak 2008, pertemuan seminggu lebih itu seperti memuaskan dahaga saya akan berbagai pertanyaan yang menggelayut selama ini. Ya, Hall merupakan salah satu sosok yang bagi saya amat unik di jagat

8 Hari Berguru pada Michael HallRead More »

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Tak terasa, sudah separuh Ramadhan terlalui. Sungguh hati bercampur rasa, antara cemas dan harap. Cemas, akankah diri ini termasuk yang semata mendapat lapar dan dahaga. Harap, semoga segala kekurangan digenapkan sempurna sebab kemurahanNya. Sementara harap dan cemas menyatu, terngiang suara para guru yang mengajarkan bahwa makna puasa adalah menahan. Secara fisik,

Puasa: Sebuah DisosiasiRead More »

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Setiap amal itu tergantung pada niatnya. Demikian ajaran agama menelusup dalam diri saya, yang juga begitu sering saya dengar dari banyak orang. Saya lansir, ia merupakan salah satu ajaran yang paling populer di kalangan orang awam. Meskipun, saya pun yakin bahwa makna aslinya banyak yang belum dipahami secara tepat.

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Apa yang dapat dilakukan oleh seorang anak berusia empat tahun? Ya, berbagai keterampilan dasar hidup tentu sudah begitu terampil dilakukan. Bicara, berjalan, bermain, belajar di sekolah, dan seterusnya. Di usia ini pula, seorang anak mulai belajar keterampilan sosial dengan lebih riil, sebab ia bersentuhan langsung dengan dunia nyata, dan semakin sedikit

Empat Tahun Belajar NLP JalananRead More »

Cukup sering saya ditanya, “Pak, apakah seorang yang belajar NLP tidak bisa sedih, marah, atau merasakan emosi negatif lainnya?” Ah, sebuah pertanyaan yang menggelitik. Di tengah maraknya berbagai ilmu pengembangan diri, utamanya yang berbasis mind technology, kata-kata emosi negatif seolah-olah hanya miliki emosi-emosi seperti marah, sedih, dendam, dengki, kecewa, dan kawan-kawannya. Sementara emosi-semosi seperti senang,

Jangan Matikan Alarm-nya, Sebelum Mengatasi Sumber Ia BerbunyiRead More »

Sungguh saya tak habis pikir, bagaimana seorang Ibu atau pengasuh bisa begitu kreatif mencari berbagai cara untuk membujuk seorang anak untuk makan. Dimulai dari berbagai bujukan hingga permainan, yang entah bagaimana, seketika suapan demi suapan masuk tanpa disadari. Ya, seorang Ibu bisa begitu luwes nan lentur demi memastikan sang anak makan dengan sukarela. Dari jutaan

Berpura-puralah, dengan Sungguh-sungguhRead More »

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita putuskan kemarin. Kita esok adalah hasil dari apa yang kita putuskan hari ini. Saya teringat suatu kali pernah berdiskusi dengan seorang sahabat. Setelah membahas berbagai hal, sampailah ia pada pertanyaan, “Siapa kamu?” Tentu saja saya jawab, “Saya Teddi.” “Bukan, itu namamu. Siapa

Apalah Arti Sebuah NamaRead More »

Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Saya teringat “Pak Ogah” yang dulu sering mengatur lalu lintas di salah satu pertigaan menuju rumah. Kami sering menyebutnya “Si Makasih”, karena ia punya logat yang khas setiap kali mengucapkan kata “Makasih” saat diberi uang. Selama bertahun-tahun, ia begitu konsisten mengatur lalu lintas, dan saya tak menyadari peran istimewanya, selain bahwa

Self Leadership ModelRead More »