Akhir pekan lalu, saya bersama beberapa penggiat Indonesia NLP Society menyelenggarakan forum belajar untuk internal, NLP Coach Certification – Accelerated Program. Disebut demikian karena ia memang khusus diadakan bagi penggiat yang telah menguasai NLP, dan ingin merangkainya menjadi sebuah ketarampilan melakukan coaching. Ini adalah pertemuan kedua kami, setelah 2 bulan lalu, dengan durasi 2 hari. […]

Coaching adalah sebuah proses dialog yang terfokus. Maka pertanyaan pertama yang selalu ditanyakan oleh coach pada klien adalah: apa tujuan yang ingin Anda capai? Dan sebagai coach, saya hampir tidak pernah menemui klien mampu menjawab dengan jelas dan spesifik di kesempatan pertama. Apalagi jika sesi itu adalah sesi perdana. Jauh lebih sering jawaban yang meluncur

Coaching Insight #7: Apa yang Benar-benar Jadi Tujuan?Read More »

Beberapa tahun memfasilitasi organisasi untuk membenahi budaya mereka menguatkan kesimpulan bahwa kunci utama ada pada kepemimpinan. Jadi paham jika Edgar Schein menjuduli buku fenomenal beliau dengan Organizational Culture and Leadership. Sebab pertama-tama, pemimpin lah yang membentuk budaya, baru kemudian budaya yang akan membentuk bagaimana kepemimpinan dijalankan. Tidak mengherankan pula jika Carolyn Taylor, konsultan spesialis budaya

Coaching Insight #6: Coaching dan Perubahan Budaya OrganisasiRead More »

Saat berbagi tentang coaching, kerap saya dapati pertanyaan dan pernyataan dari sobat-sobat yang mengungkapkan kesulitan mereka menjalankan beberapa kompetensi coaching. “Susah juga ya, nggak boleh ngasih tahu, nggak boleh mengarahkan. La kalau mereka memang perlu pengarahan dan diberi tahu gimana?” tanya mereka. Pertanyaan dan pernyataan senada ini, hemat saya, lahir dari pemahaman yang belum mendalam

Coaching Insight #5: Satu-satunya CaraRead More »

Sebuah tantangan tersendiri, ketika klien coaching saya adalah karyawan yang ditugaskan oleh perusahaan. Ditambah lagi mereka belum pernah mendengar tentang coaching. Ada beberapa langkah, teknik, dan trik yang perlu dilakukan agar keseluruhan sesi berjalan lancar. Namun ada satu hal yang saya ingin ulas kali ini. Ya, karena ditugaskan oleh perusahaan, dalam hal ini diwakili oleh

Coaching Insight #4: Bagaimana Menurutmu?Read More »

Inilah pola pikir paling mendasar yang benar-benar memerlukan perjuangan bagi saya untuk menghayatinya. Karena paling mendasar, maka ia landasan bagi segalanya. Dan segala model serta teknik yang saya pakai, akan rapuh tanpa landasan yang satu ini. Ya, coaching adalah tentang klien, bukan tentang saya. Ini adalah hidupnya, targetnya, impiannya, pekerjaannya, keluarganya. Bukan tentang diri saya,

Coaching Insight #3: Ini Tentangnya, Bukan TentangkuRead More »

Seorang klien, disebut coachable, ketika ia memang telah berada dalam kondisi psikologis yang siap untuk melakukan perubahan. Maka kondisi klien, sebenarnya sama dengan kondisi saya sebagai coach. Sama-sama orang sehat, yang sedang ingin menjadi lebih baik. Nah, di sini serunya nih. Karena kondisi saya sama dengan klien, maka sebagaimana klien datang ke seorang coach, ia

Coaching Insight #2: Pertanyaan Itu pun, UntukkuRead More »

Saya pertama kali mengenal istilah coaching sebagai sebuah proses dan coach sebagai profesi pada sekitaran tahun 2007. Tiga tahun sejak pertama kali belajar NLP. Di tahun itu, saya menemukan beberapa buku tentang coaching, dan mulai mempelajarinya satu demi satu. Berbekal sedikit pemahaman tentang NLP, saya merasa sudah memahami coaching.

Menarik ketika saya menelaah ulang Primal Leadership, sebuah karya masterpiece dari 3 orang pakar kepemimpinan: Daniel Goleman, Richard Boyatzis, dan Annie McKee. Meski buku tersebut tidak membahas tentang coaching, namun apa yang ketiganya paparkan tentang proses pengembangan kecerdasan emosi sungguh begitu erat kaitannya dengan coaching. Saya bahkan berani mengatakan, bahwa kecerdasan emosi, faktor penentu kesuksesan

Antara Coaching dan Kecerdasan EmosiRead More »

Artikel ini merupakan bahasan lanjutan dari artikel “Menyelami Lagi Neuro-Logical Level” (NLL). Dalam artikel tersebut, NLL yang bermula sebagai sebuah model unified theory of NLP, dan berfungsi sebagai sebuah ‘alat diagnostik’ kondisi klien, dapat juga kita gunakan sebagai metode untuk menyusun rencana. Sebuah rencana seringkali tak berjalan sebagaimana mestinya, sebab ia tak selaras dengan lapisan-lapisan

Aplikasi NLL dalam CoachingRead More »