Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan “Apa itu NLP?” Sebuah pertanyaan standar yang pasti dilontarkan oleh rekan-rekan yang baru mendengar istilah Neuro-Linguistic Programming. Sementara Anda tentu sudah membaca beberapa artikel saya tentang hal ini di website, berikut ini 3 jawaban sederhana yang saya jadikan pengantar pada “The 1st Indonesian NLP Conference”, 3 April 2010 lalu.

Saya memulai perjalanan saya sebagai pembelajar NLP melalui seminar, membaca buku dan artikel, praktik eksperimen, dan sharing. Setiap kegiatan itu memiliki manfaatnya masing-masing bagi saya, karena saya menemui pengalaman belajar yang berbeda-beda. Di seminar/training, saya beruntung bisa mendapatkan bimbingan langsung dari sang pelatih. Saya jadi tahu bagaimana cara yang “benar” dalam mempraktikkan NLP. Melalui membaca

Must Read NLP Books!Read More »

Masih saja mendengar pertanyaan seperti ini dari beberapa orang yang membaca tulisan saya sebelumnya, maka saya pun menggunakan jurus lain. “OK, Anda pernah kesal?” tanya saya. “Ya jelas pernah lah,” jawab orang tersebut. “Coba ceritakan salah satunya.”

Demikian pertanyaan yang masih sering saya dengar dari teman-teman yang membaca artikel saya, melihat buku di tangan saya, mendengar cerita tentang saya, ataupun menerima kartu nama saya. Sebuah pertanyaan yang mendasar, sebab nama ilmu yang ‘aneh’ ini memang seringkali membuat para pendengarnya bertanya-tanya apa sebenarnya makhluk bernama NLP ini. Well, sudah sejak beberapa lama saya

Apa Sih NLP Itu?Read More »

Milton Model Continued Selain memanfaatkan pelanggaran Meta Model, Erickson rupanya juga menggunakan beberapa bentuk hypnotic language yang lain. Maka Bandler dan Grinder pun menemukan beberapa mode berikut ini. Tag Questions Membaca sampai di halaman ini, Anda tentu penasaran dengan apa yang akan Anda pelajari, bukan? Nah, saya baru saja menggunakan tag question. Model ini akan

NLP and The Structure of Hypnosis (3)Read More »

”Bagaimana seorang hipnotis bekerja?” tanya seorang kawan. ”Dengan mengucapkan kata-kata,” jawab saya. ”Hanya itu? Bagaimana dengan bandul, kursi malas, dll?” tanyanya penasaran. ”Ya, cuma itu, tanpa bandul dan kursi khusus. Hanya memang kata-katanya itu ada rahasianya,” sambung saya. ”Rahasia? Apa tuh?”

Ah, Anda masih ingat rupanya dengan nama Milton Erickson rupanya. Ya, setelah merumuskan Meta Model, Bandler dan Grinder kemudian diperkenalkan kepada Milton Erickson. Erickson adalah seorang psikiater dan psikoterapis kenamaan yang pernah ada di dunia. Saya katakan demikian, karena memang ia sangat fenomenal di jagat psikoterapi dan lebih khususnya hipnoterapi klinis. Ia telah merevolusi jagat

NLP and The Structure of Hypnosis (1)Read More »

Aha! Terima kasih Anda masih penasaran dengan meta program, sehingga menunggu-nunggu kehadiran artikel kedua ini. So, Anda sudah siap dengan ini? OK, kita mulai petualangan kita ya J. Sembari Anda merasakan duduk yang nyaman di tempat Anda, Anda boleh mendengar musik atau apapun yang membuat Anda semakin nyaman sekaligus bergairah, untuk kemudian mulai membaca dan

”Membaca” Manusia ala NLP (Part 2)Read More »

Seorang agen asuransi sedang menjelaskan mengenai keuntungan produknya kepada seorang calon pembeli. Dengan segenap teknik dan pengetahuan produk yang ia miliki, sekuat tenaga ia berusaha mempengaruhi sang calon nasabah untuk membeli produknya. Merasa memahami bahwa sang calon pembeli adalah seorang manajer yang mestinya berorientasi bisnis, ia fokuskan persuasinya pada keuntungan jangka panjang yang bisa didapat

”Membaca” Manusia ala NLPRead More »

Saya bukanlah seorang penggemar matematika. Setidaknya, demikian keyakinan saya terhadap subyek yang satu ini sebelum saya mempelajari NLP. Wah, apakah karena saya telah mengubah keyakinan saya dengan NLP? He..he..sayangnya, tidak seheroik itu. Saya hanya menemukan sebuah pelajaran NLP yang menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan saya kepada guru matematika SMA saya beberapa tahun lalu. Sedikit

Think Out of the Box dengan “Cartesian Coordinate”Read More »