Hai! Gimana kemarin dari Jogja? Wah, Jogja sekarang udah kayak Jakarta, lho. Hah, kok bisa gitu ya? Emang anak jaman sekarang ya. Gampang banget ikut-ikutan. Kebanyakan liat TV sih, sinetron isinya anak Jakarta melulu. Iya ya. Aku juga bingung tuh. Yang namanya kota pelajar kok sekarang jadi kayak gitu. Nah, itulah. Sekarang tuh semua udah […]
Category: Neuro-Linguistic Programming
Apa yang muncul dalam benak Anda jika saya berkata, “Kemarin adalah hari yang indah”? Bayangan pengalaman menyenangkan yang pernah Anda alami dan Anda anggap indah? Imajinasi suatu hari Anda bersama seseorang yang Anda merasa akan indah? Ucapan seorang kawan yang pernah mengatakan hal yang sama kepada Anda? Pengalaman Anda memakan makanan favorit yang sudah lama
Sembari Anda duduk dan membaca tulisan ini, Anda bisa mulai memikirkan sebuah pengalaman yang paling lucu yang pernah Anda alami. Lihatlah dengan mata kepala Anda sendiri apa yang terjadi ketika itu. Dengarkan dengan seksama suara atau musik apa saja yang muncul. Rasakan kembali perasaan yang Anda pada saat itu sepenuhnya. Ambil waktu Anda, dan nikmati
“Apa yang paling penting dalam hidup menurut Anda?” tanya Pak Wi mengawali sesi hari itu. Keluarga, kesehatan, aktualisasi diri, kebahagiaan, kekuasaan, uang, dll, pun muncul dalam kalimat yang dilontarkan secara spontan oleh para peserta. ”Bagi Anda yang menganggap keluarga paling penting, berapa lama Anda pergi meninggalkan keluarga Anda untuk bekerja setiap harinya? Jika uang bukan
Seorang kawan pernah berkata kepada saya ketika saya jelaskan kepadanya tentang ’bersahabat’ dengan unconscious kita, “Bersahabat dengan unconscious? Memang bisa ya? Bagaimana caranya, wong sadar aja nggak?” Seperti telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya, meskipun disebut sebagai unconscious, bukan berarti ia adalah tempat yang sama sekali tidak bisa kita jamah. Memang, bagi kita yang belum
“Wah, NLP membahas unconscious juga yah? Apa sih tuh unconscious? Kok kayaknya serem gitu?” Yah, seperti inilah biasanya kalimat yang meluncur jika seseorang saya suguhi dengan kata-kata unconscious. Entah dari mana datangnya, unconscious seolah-olah memiliki makna yang menyeramkan. Padahal, yang sesungguhnya terjadi adalah sebaliknya: unconscious adalah ensiklopedia luar biasa besar yang memuat segala sesuatu yang
Kemarin pagi tiba-tiba sebuah pemikiran aneh muncul dalam pikiran saya. Begini ceritanya. Saya teringat sebuah rumus matematika terkenal: Phytagoras. Menurut Mbah Phytagoras tersebut, kuadrat dari sisi miring sebuah segitiga memiliki jumlah yang sama dengan penjumlahan kuadrat dua sisi siku-sikunya. Dengan kata lain, jikalau kita ingin mengetahui panjang sisi miring sebuah segitiga namun hanya mengetahui panjang
“Apa yang Anda tahu tentang rapport?” tanya seorang dosen saya di kampus dulu. “Basa-basi Pak,” jawab beberapa orang. “Hanya itu?” tanya dosen saya tadi sembari menunjukkan wajah sedikit keheranan. “Ya, rapport itu kan misalnya waktu kita baru pertama kali bertemu dengan klien, lalu kita ajak dia bicara, tanya tentang kabarnya hari ini, dsb. Mirip basa-basi
Being Connected: Menjadi NLPers yang Sensitif (Bagian Kedua)Read More »
“Apa itu matching dan mirroring? Cuma niru-niru aja kan? Memangnya orang nggak malah jadi marah kalau kita tirukan gerakannya?” Demikian respon yang pernah saya terima ketika mengajarkan rapport building ala NLP dalam sebuah pelatihan untuk para mentor les privat di Jogja 2 tahun lalu. Tidak mengherankan memang jika ia bereaksi demikian, karena ternyata ia memang
Being Connected: Menjadi NLPers yang Sensitif (Bagian Pertama)Read More »
Silakan mengambil posisi duduk yang nyaman bagi Anda. Pejamkan mata, dan ikuti instruksi berikut ini. Ingat-ingatlah sebuah kejadian menyenangkan yang Anda alami baru-baru ini. Anda bisa melihatnya dengan jelas? Bagus. Sekarang, perhatikan dengan lebih detil gambaran pengalaman tersebut. Gambaran tersebut berwarna atau hitam putih? Tiga dimensi atau datar seperti sebuah foto? Anda ada di dalam

Recent Comments