Pilihan Terbaik

“Tak ada jaminan pilihan terbaik memberikan hasil terbaik. Karena itulah Tuhan memberi akal untuk melakukan perbaikan.” Ada hasil yang tampak berhubungan langsung dengan usaha yang...

Berhenti Sejenak, dan Dengarkanlah

“Berhentilah sejenak untuk mendengar kembali setiap kata yang telah membentuk diri. Lalu sadari, adakah ia telah mengantarkan diri ini kepada jalan?” Kata, adalah cara bagi...

Apa dan Mengapa

“Dua hal terpenting sebelum melangkah adalah: apa dan mengapa.” Jangan pernah melangkah tanpa tujuan, sebab setiap tenaga yang kita keluarkan kan dipertanggung jawabkan. Persis sebagaimana...

Memberi Kail, Memberi Ikan

“Berilah seseorang kail, saat ia sudah tahu apa itu ikan.” Berilah seseorang ikan, kita memberinya makan sehari. Berilah seseorang kail, kita memberinya makan sepanjang kail...

Menari di Antara Ingatan dan Perasaan

“Tak semua yang bisa diingat, perlu dirasa. Tak semua yang bisa dirasa, perlu diingat.” Manusia adalah makhluk makna. Ia bergerak dan diam, berlari dan berjalan...

Kedamaian Selalu Berasal dari Kebaikan

“Takkan pernah damai dirasakan, kecuali berbalut kebaikan.” Kedamaian hati, adalah hadiah bagi insan yang teguh dalam berkebaikan. Ia tak bisa dibeli, begitu pun ia tak...

Kesungguhan Ibadah, Kemuliaan Akhlak

“Tanda kesungguhan ibadah, adalah kemuliaan akhlak.” Bagi Muslim, segala aktivitas adalah jalan ibadah. Modalnya adalah lurusnya niat yang menjulang ke langit, benarnya ilmu, dan teguhnya...

Keluargamu, adalah Warisanmu

“Renungkanlah sejenak, kala jiwa ini telah kembali. Adakah akan kau tinggalkan penerus yang kuat pengokoh kehidupan?” Dalam berkeluarga memang ada kesenangan. Dan pada setiap kesenangan...

Wujud Syukur adalah Doa dan Kesungguhan

“Kala usaha telah disungguhi, biarkanlah hasil menampakkan wujudnya sendiri.” Tak ada lain, kewajiban hamba adalah usaha, teriring doa. Pada keduanya lah wujud syukur, terima kasih...

Kewajiban pada Kehidupan

“Pemberianmu sejatinya bukanlah sebab kebesaran hatimu. Ia adalah kewajibanmu bagi kehidupan.” Sering aku merasa besar, hanya sebab melepas secuplik pemberian. Padahal apa yang kuberikan itu...