Menjalani beberapa hari Ramadhan membuatku terkenang akan Ramadhan yang kujalani ketika aku kecil. Keriangan sepulang sekolah, bermain menunggu ashar, mandi sore, kemudian bersiap-siap menuju masjid untuk shalat maghrib. Kuingat betul betapa bersemangatnya aku ketika itu, sampai-sampai tidak satu shalat wajib pun yang kulewatkan tanpa berjamaah. Aku selalu duduk di shaf paling depan bahkan di belakang […]

“Makin banyak memberi, makin banyak menerima,” begitu kata banyak ungkapan bijak. Di bulan puasa ini, falsafah ini semakin terasa penting sebab bermacam ragam fasilitas telah disediakan guna menjadikan kebiasaan memberi semakin menjamur. Sebutlah buka puasa bersama di setiap masjid, misalnya. Di beberapa komplek perumahan, pengurus masjid biasanya bahkan sudah menyusun jadwal warga yang akan menyumbang

Belajar MemberiRead More »

Ibuku baru saja mengeluh, “Harga pisang mahal banget. Baru aja naik!” Sebuah keluhan yang tak lama kemudian kudengar lagi dari beberapa orang rekanku yang juga mengatakan bahwa harga ayam dan daging mulai merangkak meninggalkan tempat berpijak stabilnya selama bulan-bulan belakangan.

Aku amat gembira dengan puasa Ramadhan hari pertamaku di tahun ini. Setelah seharian menahan tidak dipusingkan untuk makan dan minum, malam hari ternyata masih menyisakan kenikmatan yang luar biasa ketika beragam makna bermunculan dari berbagai hal yang kulewati di hari itu. Semuanya berawal ketika tanpa sengaja aku melihat judul buku tulisan Hernowo: Spirit Iqra’. Aku

Puasa dan Keberlangsungan HidupRead More »

Sekalipun bukan siswa yang pandai, sejak kecil nilai-nilaiku tidak pernah terlalu buruk. Ya, sedang-sedang saja lah. Dari SD berlanjut ke SMP aku menjalani kehidupan sebagai siswa yang baik (baca: belajar sesuai ketentuan untuk mendapatkan nilai yang bagus). Alhasil, meskipun bukan siswa terbaik, paling tidak aku selalu masuk dalam deretan sepuluh besar.

Dua tahun pertama aku mengendarai motor, aku amat jarang berjalan terlalu jauh dari rumah dan sekolah. Aku merasakan situasi jalanan yang cukup stabil ketika itu, karena memang jalan-jalan di sekitar rumahku tidak terlalu besar. Sesuatu yang mengejutkan ketika selepas SMU aku pindah ke Jogja, sebuah kota yang konon merupakan icon budaya di Jawa. Sebagaimana umumnya

Senyum dan Jalan RayaRead More »

“Bahasa menunjukkan bangsa”. Begitu yang sering kudengar. Artinya kurang lebih adalah bahwa sikap, perilaku, cara berpikir masyarakat amat mudah dicermati dari bahasa yang mereka gunakan. Semakin teratur dan tertata bahasanya, demikian pulalah orang-orang yang menggunakannya. Mengingat tulisan Masaru Emoto dalam The True Power of Water, wajar kiranya jika memang demikian. Kata-kata yang kita keluarkan akan

Sepatu Merah dan “Red Shoe”Read More »

Tiba-tiba aku teringat salah seorang keponakanku yang tidak pernah bisa diam. Dulu, ia suka sekali naik turun tangga rumahku dengan kecepatan tinggi padahal keseimbangannya belum terjaga. Setiap kali aku harus menemaninya ketika ia ingin naik ke lantai atas, sampai satu ketika ia tiba-tiba minta turun dengan ketakutan. Kata kakakku sih, di atas memang ada jin

Ketakutan dan KeberanianRead More »

Waktu kecil aku tidak pernah keberatan untuk berbagi gelas minuman dengan orang lain. Semuanya berubah ketika satu saat kakakku melihatku meminum sirup dari gelas seorang tamu yang berkunjung ke rumah. Ia pun menakut-nakutiku bakal tertular penyakit kalau kebiasaanku seperti itu. Kawan-kawanku amat suka makan di salah satu tempat makan dekat kantor, sebuah tempat yang tidak

Pengalaman PertamaRead More »

Beberapa hari yang lalu aku membaca tulisan Gede Prama. Di dalamnya ia berkata, “Tuhan menciptakan setiap hal dalam bentuk yang terbaik.” Wow! Sungguh sebuah kalimat yang menusuk pikiranku. Betapa tidak, ketika kecil aku ingin mobil-mobilan yang bisa kutarik dengan tali untuk kubawa berlari bersama teman-teman. Begitu mendapatkannya, aku pun menginginkan mobil-mobilan lain yang bisa digerakkan

Bentuk yang TerbaikRead More »