Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Judul di atas mungkin mengingatkan Anda pada sebuah lagu. Lagu yang cukup populer beberapa tahun lalu, plus merupakan sedikit lagu yang saya sukai yang dinyanyikan oleh kalangan boyband. Maka sembari Anda mengingat bagaimana lagu tersebut dinyanyikan, plus merasakan suatu sensasi tertentu dalam tubuh dan pikiran Anda, saya akan menceritakan mengapa saya […]
Author: Teddi Prasetya
Ya! Berkat dukungan 2 orang rekan kita, Uda Syamsul Hatta dan Kang Adang Adha, maka mulai Juni 2010 ini NLP Talks akan hadir dengan format baru. Jika sebelumnya NLP Talks belum konsisten hadir karena kesibukan pegiatnya (baca: saya, hehehe…) maka kini ia akan hadir SETIAP BULAN, apapun yang terjadi. Wuih? Bener nih?
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Sudah hampir 8 tahun sejak saya pertama kali belajar mengemudi mobil.Tiga tahun di antaranya benar-benar mengemudi setiap hari, dengan jarak tempuh 60 km pulang pergi setiap harinya. Maka hampir 4 jam setiap hari saya berada di jalanan, menyelami kemacetan bersama Si Ceri—nama untuk mobil Daihatsu Ceria kami. Ada begitu banyak pelajaran
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Pak, saya sudah ikut training yang Bapak rekomendasikan. Kok saya nggak dapet apa-apa ya? Biasa aja tuh. Ted, aku sudah baca buku yang katamu bagus, tapi nothing special tuh. Mas, saya sudah baca juga buku yang Mas ceritakan tadi. Tapi kok saya nggak bisa mendapatkan pelajaran seperti layaknya Mas ya? Menyelesaikan
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Adalah Pak Wid—begitu beliau biasa disapa—yang dengan begitu proaktif menghubungi panitia menawarkan sebuah paper hasil penelitian sementara beliau tentang pola-pola bahasa dalam literatur Jawa Kuno. Meskipun beliau mengakui bahwa kajian ini baru dimulai, dan memiliki banyak keterbatasan dalam melakukannya, sesi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam di Indonesian NLP Conference
Indonesian NLP Conference #2: Sebuah Rintisan NLP ala IndonesiaRead More »
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan “Apa itu NLP?” Sebuah pertanyaan standar yang pasti dilontarkan oleh rekan-rekan yang baru mendengar istilah Neuro-Linguistic Programming. Sementara Anda tentu sudah membaca beberapa artikel saya tentang hal ini di website, berikut ini 3 jawaban sederhana yang saya jadikan pengantar pada “The 1st Indonesian NLP Conference”, 3 April 2010 lalu.
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Seiring dengan proses editing naskah saya, saya pun melakukan peninjauan kembali naskah tersebut dari awal hingga akhir. Sebuah proses yang melelahkan, namun sekaligus mencerahkan. Kok mencerahkan? Ya, karena rupanya saya jadi berkesempatan untuk meninjau kembali berbagai pemahaman yang sejauh ini telah begitu mapan saya tanam dalam diri saya tentang NLP. Uniknya,
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Ted, nggak salah tuh? Apanya yang salah dan enggak? Ya itu, mau sharing tentang NLP dan slimming. Emang apa yang salah? Kok tiba-tiba menclok ke dunia per-slimming-an? Nggak menclok kok. Terus?
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Wah, gimana sih tuh tukang gado-gado. Aku bilang pedes kok malah manis begini. Emang kamu tadi bilang ke dia berapa cabe-nya? Ya kubilang aja, pedes gitu. Nah, makanya, lain kali bilang berapa kamu mau dia kasih cabe. Siapa tahu menurut dia itu udah puedes buanget. Jadinya memang nggak kepikir untuk nambahin
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Saya memulai pengembangan Spiritual NLP dengan alasan yang amat sederhana. Sebuah alasan yang berangkat dari keawaman saya mengenai ranah spiritual dan agama. Ya, saya bukanlah seorang ustadz, apalagi ahli agama. Saya adalah praktisi psikologi. Sementara itu, jauh di atas profesi saya, saya adalah seorang Muslim, yang menikmati keislaman saya. Nah, dalam

Recent Comments