<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri; […]
Category: Neuro-Linguistic Programming
Sudah cukup lama saya memiliki rasa takut terhadap ketinggian. Meskipun tidak sampai fobia, perasaan takut yang menyebar di sekujur tubuh ketika berada di jembatan penyebrangan, misalnya, cukup mengganggu buat saya. Dan, jadilah kemarin pagi sebuah kesempatan belajar datang kepada saya. Saya ‘harus’ menyebrangi sebuah jembatan penyebrangan di daerah Sudirman. Ada 2 tujuan saya menyebrangi jembatan
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in;
Sebuah pelajaran menarik baru saja saya temukan dalam sebuah buku karya Richard Bandler. Saya tidak ingat persis bagaimana kalimatnya, namun kurang lebih isinya adalah seperti ini. “Anda bisa tersenyum jika ada seseorang yang tidak Anda kenal melakukan kesalahan kecil kepada Anda, seperti menyenggol atau menumpahkan sesuatu. Tapi entah mengapa, jika hal itu dilakukan oleh istri
Karena Kamu Istriku, Maka Aku Boleh Berkata Kasar PadamuRead More »
Ups, ada yang kelupaan dari judul di atas. Seharusnya, “Mengapa Hidup Serasa Begitu Sulit?”. Ya, ini adalah sebuah pertanyaan saya yang sedang kagum dengan kemampuan manusia mengendalikan pikirannya sendiri.
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
Semalam saya browsing artikel yang membahas mengenai Richard Bandler. Salah dua yang saya temukan adalah artikel berjudul “Brief History of NLP” dan “The Bandler Method”. Menarik mencermati bagaimana awal-awal NLP dikembangkan, yang benar-benar menggunakan cara-cara yang ‘aneh’ dan ‘gila’. Sebuah cara yang menurut saya memang umum ditempuh oleh para innovator.
Aha! Terima kasih Anda masih penasaran dengan meta program, sehingga menunggu-nunggu kehadiran artikel kedua ini. So, Anda sudah siap dengan ini? OK, kita mulai petualangan kita ya J. Sembari Anda merasakan duduk yang nyaman di tempat Anda, Anda boleh mendengar musik atau apapun yang membuat Anda semakin nyaman sekaligus bergairah, untuk kemudian mulai membaca dan
Seorang agen asuransi sedang menjelaskan mengenai keuntungan produknya kepada seorang calon pembeli. Dengan segenap teknik dan pengetahuan produk yang ia miliki, sekuat tenaga ia berusaha mempengaruhi sang calon nasabah untuk membeli produknya. Merasa memahami bahwa sang calon pembeli adalah seorang manajer yang mestinya berorientasi bisnis, ia fokuskan persuasinya pada keuntungan jangka panjang yang bisa didapat
Saya bukanlah seorang penggemar matematika. Setidaknya, demikian keyakinan saya terhadap subyek yang satu ini sebelum saya mempelajari NLP. Wah, apakah karena saya telah mengubah keyakinan saya dengan NLP? He..he..sayangnya, tidak seheroik itu. Saya hanya menemukan sebuah pelajaran NLP yang menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan saya kepada guru matematika SMA saya beberapa tahun lalu. Sedikit
Think Out of the Box dengan “Cartesian Coordinate”Read More »

Recent Comments