Krisis ekonomi global. Nilai rupiah menurun. Dolar semakin tinggi. IHSG menakutkan. Ekspor menurun. Budget dipotong. Karyawan dikurangi. Para presiden pusing. Para menteri pening. Para pialang kriting. Jika Anda sama dengan saya, maka kata-kata di atas adalah kata-kata favorit berbagai media beberapa minggu belakangan. Sampai-sampai, saya menemukan sebuah lelucon yang menceritakan seorang anak yang mengatakan bahwa […]
Category: Neuro-Linguistic Programming
Milton Model Continued Selain memanfaatkan pelanggaran Meta Model, Erickson rupanya juga menggunakan beberapa bentuk hypnotic language yang lain. Maka Bandler dan Grinder pun menemukan beberapa mode berikut ini. Tag Questions Membaca sampai di halaman ini, Anda tentu penasaran dengan apa yang akan Anda pelajari, bukan? Nah, saya baru saja menggunakan tag question. Model ini akan
Cukup lama saya ingin menulis artikel ini. Namun karena saya masih merasa ada bangunan ide yang masih membutuhkan penggodokan, maka baru hari inilah artikel ini selesai saya tulis. Dan, apakah yang membuat artikel ini lengkap? Sederhana. Yaitu sebuah pertanyaan yang diajukan oleh kawan baru saya, Pak Dr. Gunawan, yang saya kenal secara resmi 3 hari
“Dari tadi aku liat-liat, 2 orang ini nggak masuk-masuk, cuma di depan aja pake ID card ‘Tamu’, eh rupanya nggak mbayar toh. La wong aku aja mesti jual motor dulu buat ikut,” demikian seloroh yang saya dengar dari ‘Suhu’ Widyarto di Sabtu pagi minggu lalu. Saya dan Kang Asep Haerul Gani pun tertawa dan merespon
Dua Hari Jadi ‘Santri Kalong’ di Padepokan NLP-nya Kiai Ronny FurqoniRead More »
”Bagaimana seorang hipnotis bekerja?” tanya seorang kawan. ”Dengan mengucapkan kata-kata,” jawab saya. ”Hanya itu? Bagaimana dengan bandul, kursi malas, dll?” tanyanya penasaran. ”Ya, cuma itu, tanpa bandul dan kursi khusus. Hanya memang kata-katanya itu ada rahasianya,” sambung saya. ”Rahasia? Apa tuh?”
Ah, Anda masih ingat rupanya dengan nama Milton Erickson rupanya. Ya, setelah merumuskan Meta Model, Bandler dan Grinder kemudian diperkenalkan kepada Milton Erickson. Erickson adalah seorang psikiater dan psikoterapis kenamaan yang pernah ada di dunia. Saya katakan demikian, karena memang ia sangat fenomenal di jagat psikoterapi dan lebih khususnya hipnoterapi klinis. Ia telah merevolusi jagat
Sudah 1,5 tahun sejak pertama kali Indonesia NLP Society berdiri. Pertama kali mengusung tema Street Smart NLP, saya hanya berangkat dari sebuah tujuan sederhana: mempelajari NLP dengan benar dan mudah, serta murah. Selama kurun waktu tersebut pula, saya berinisiatif untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang memungkinkan bagi saya dan anggota komunitas ini untuk belajar secara
Menjelang puasa, nuansa ruhani dan spiritual semakin mengelilingi kehidupan saya. Bulan magis ini memang luar biasa. Disebut sebagai bulan kemarau, agar orang tidak silau dengan kemudahan, dan menarik makna dari ‘kesulitan’. Baru saja saya selesai mengisi kelas 2 hari tentang aplikasi NLP di bidang rekruitmen, saya pun mendapatkan ilmu baru. Bermula dari kebiasaan saya untuk
Sebuah kenyataan umum di antara para praktisi NLP, ketika berbicara tentang komunikasi maka ada angka-angka yang hampir tidak pernah absen disebut-sebut: 7-38-55. Seolah telah menjadi pedoman baku, angka tersebut—biasanya—berbunyi kira-kira adalah bahwa dalam komunikasi kata-kata hanya memainkan peran sebanyak 7%, tonalitas alias cara pengucapan sebesar 38%, dan fisiologi alias bahasa tubuh sebesar 55%. Dan, inilah
Sebab Kita Tidak Hanya Bicara dengan Bahasa TubuhRead More »
Sebelum Anda membaca lebih jauh dan menyelesaikan artikel ini, saya ingin mengklarifikasi bahwa tulisan ini bukan dibuat berdasarkan logika seorang ahli sosial politik, kenegaraan, atau perekonomian. Saya tidak mengerti satu pun di antara ilmu-ilmu tersebut, selain dari apa yang saya logikakan sendiri. Ini hanya sebuah kicauan dari anak bangsa, yang dengan apa yang dimilikinya ingin

Recent Comments