“Senyum, adalah pemberian yang sulit ditolak.” Ya. Cobalah tersenyum pada seseorang. Dan dapati jika kita pasti kan mendapat balasan sebuah senyuman pula. Sungguh teramat jarang...
“Sebagaimana karyawan diperlakukan, seperti itu lah ia kan memperlakukan pelanggan.” Memang tidak semua. Ada banyak pula karyawan yang meski diperlakukan kurang adil oleh perusahaan, sebab...
“Uang bisa membeli kebahagiaan, justru kala ia diberikan.” Ya. Di sinilah paradoksnya. Insan mengumpulkan uang, lalu hadir kesenangan. Namun sebagaimana tabiat kesenangan, ia sesaat belaka...
“Tantangan terbesar masa kini mungkin bukanlah visi. Tapi aksi.” Ya, manusia di zaman ini rasanya sudah tak takut lagi bermimpi. Menembus batas kemungkinan, menuju langit...
“Ketaatan kita itu lah, yang kan jadi wujud baru, usai kematian di dunia.” Wujud kita kini, sungguh sementara. Kesementaraan itu nyata-nyata tampak dari berkurangnya fungsi...
“Banyak jejak tak sengaja kita tinggalkan, dipunguti oleh orang lain. Maka pastikan itu jejak kebaikan.” Hari ini adalah hari yang menggembirakan. Bertemu dengan 3 orang...
Menerima kenyataan berarti memahami bahwa diri ini manusia biasa yang terikat pada hukum sebab-akibat. Ya, hukum sebab-akibat memang membatasi, namun juga memberi ruang tak terbatas...
Mengamati balita makan, beberapa hal terlintas dalam benakku. Betapa orang tua dan para pengasuh perlu berjibaku, memutar otak memastikan sang anak makan hingga terpenuhi gizinya...
“Dua cara menyikapi harga naik adalah: mengurangi pengeluaran atau menambah penghasilan.” Harga bahan bakar minyak sudah baik. Dan diperkirakan, banyak harga lain akan mengikuti. Sebab...
Sungguh Dia sangat ingin kita masuk surga. Demikian inti khutbah Jum’at di Masjid Al Falah, 21 Juni 2013. Kala Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah...