Ada 3 jenis insan yang Dia jelaskan pada pembukaan kitabNya. Satu di antaranya selamat, dua di sisanya celaka. Yang selamat adalah ia yang telah diberikan nikmat. Mereka yang dikisahkan dalam berbagai tempat di sepanjang jalan. Dan nikmat itu jelas bukan nikmat dunia, meski sebagian di antaranya dikaruniai. Nikmat itu nikmat di akhirat sana. Yang celaka […]

Satu pagi kusadari, bahwa perbedaan hari yang indah dan biasa saja—bahkan buruk—sebenarnya tak banyak. Ia sedikit saja. Melakukan yang sedikit, tapi rutin, adalah kunci keindahan. Bangun pagi, ujian dimulai. Mata mengantuk. Tubuh lelah. Berikut beragam alasan yang melatarbelakangi keduanya. Sedikit saja kuizinkan mata tuk menutup lagi, sungguh kan berbeda kala kukuatkan hati tuk bangun, berdiri,

Sedikit Saja BedanyaRead More »

Jarak terdekat antara dua titik adalah garis lurus. Wajarlah jika inilah dambaan insan yang sedang bepergian. Adanya jalan lurus selain memudahkan juga menghemat banyak sekali sumber daya. Tidak perlu banyak berpikir. Cukup lurus saja. Namun yang diidamkan memang tak selalu ada dalam kenyataan. Atau setidaknya, tak pernah benar-benar ada 100 persen. Jalan lurus seperti jalan

Jalan yang LurusRead More »

Mengapa perjalanan memerlukan ilmu? Sebab dalam perjalanan, selalu ada kemungkinan kita tak sampai pada tujuan. Apa pasal? Halangan. Tersasar. Kehabisan bekal. Berubah pikiran. Godaan dan berbagai gangguan lain. Inilah sebab kriteria insan terbaik itu mudah dan terang-benderang adanya. Namun tuk mencapainya diri ini diminta berjuang. Dari perjuangan kan tampak perbedaan, sesiapa yang layak mendapatkan ganjaran

Untuk KeselamatanRead More »

Ilmu adalah wujud cintaNya. Dia jadikan insan pengelola muka bumi, padahal lemah belaka sejak lahirnya. Manusia beranjak mulia tersebab ilmu yang dimilikinya. Tengoklah sejarah Adam, manusia pertama, kala dipertanyakan penciptaanya, Allah tunjukkan kekuatan berupa kemampuan menyebutkan nama-nama. Lalu seketika tunduk sujudlah malaikat yang telah jauh mengabdi lebih lama. Ketika kita perhatian akan keselamatan seseorang, kita

Dijalankan dengan CintaRead More »

Tiada manusia sempurna. Bahkan ketaksempurnaan itulah sebenarnya kesempurnaan. Sebab sempurnanya manusia ialah kemampuannya tuk memperbaiki diri, yang darinya ia menapak naik dari anak tangga terendah ke puncak nan paling tinggi. Maka berguru pada manusia, berarti menyadari bahwa ia tetaplah tak lepas dari cela. Ada kurang dalam langkahnya. Ada tabu dalam katanya. Sebagaimana ada pula elok

Gurumu Tak SempurnaRead More »

Dari pesan-pesan awal kitab suci kita belajar, bahwa sikap alamiah makhluk ketika dihadapkan pada pengetahuan adalah kekaguman. Masih pada pesan-pesan awal pula, kita diajak untuk memasang sikap tak mengerti, knowing nothing. Inilah sikap sejati pembelajar, yang akan mengantarkannya pada hal baru pada tiap nan ditemui. Sebab ilmu laksana air, hanya mengalir ke tempat yang lebih

Dimulai dari KekagumanRead More »

Meminjam model Taksonomi Bloom yang telah disempurnakan oleh Anderson dan Krathwol, maka proses belajar dimulai dari mengingat, lalu memahami, baru bisa mengaplikasikan, kemudian menganalisa, naik ke mengevaluasi, hingga kemudian menciptakan. Dari sini, kita bisa menarik simpulan bahwa ilmu itu berjenjang. Berjenis-jenis. Ia tak hanya satu, dan karenanya tak dipelajari dengan satu cara saja. Benarlah sebuah

Jenis-jenis IlmuRead More »

“Berjalankah terus, meski ada rintangan.” “Alon-alon, waton kelakon.” Biar lambat, asal tertunaikan. Kerap juga dimaknai, biar lambat, asal selamat. Inilah nasihat yang kerap kudengar sebagai keturunan orang Jawa Tengah. Nasihat yang kemudian rupanya menimbulkan kesalahpengertian yang fatal. Kok fatal? Ya. Sebab nasihat ini acapkali dimaknai sebagai penyebab banyak orang bergerak lambat, tak ingin bergegas, tak

BerjalanlahRead More »

“Ada jauh lebih banyak rahasia, dari apa yang terucapkan.” Kata adalah simbol makna. Dan makna, lahir dari proses asosiatif yang terjadi dalam pikiran dan perasaan kita. Menariknya diri kita, tiap makna bisa berkait, hingga tak berujung. Jadilah kita dapati, sebagian insan mampu bertindak di luar dugaan, hanya demi mendengar satu kata atau satu kalimat saja.

Selami Kata, Selami MaknaRead More »