Menjelang puasa, nuansa ruhani dan spiritual semakin mengelilingi kehidupan saya. Bulan magis ini memang luar biasa. Disebut sebagai bulan kemarau, agar orang tidak silau dengan kemudahan, dan menarik makna dari ‘kesulitan’. Baru saja saya selesai mengisi kelas 2 hari tentang aplikasi NLP di bidang rekruitmen, saya pun mendapatkan ilmu baru. Bermula dari kebiasaan saya untuk […]
Author: Teddi Prasetya
Sebuah kenyataan umum di antara para praktisi NLP, ketika berbicara tentang komunikasi maka ada angka-angka yang hampir tidak pernah absen disebut-sebut: 7-38-55. Seolah telah menjadi pedoman baku, angka tersebut—biasanya—berbunyi kira-kira adalah bahwa dalam komunikasi kata-kata hanya memainkan peran sebanyak 7%, tonalitas alias cara pengucapan sebesar 38%, dan fisiologi alias bahasa tubuh sebesar 55%. Dan, inilah
Sebab Kita Tidak Hanya Bicara dengan Bahasa TubuhRead More »
Sebelum Anda membaca lebih jauh dan menyelesaikan artikel ini, saya ingin mengklarifikasi bahwa tulisan ini bukan dibuat berdasarkan logika seorang ahli sosial politik, kenegaraan, atau perekonomian. Saya tidak mengerti satu pun di antara ilmu-ilmu tersebut, selain dari apa yang saya logikakan sendiri. Ini hanya sebuah kicauan dari anak bangsa, yang dengan apa yang dimilikinya ingin
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:Calibri;
Sudah cukup lama saya memiliki rasa takut terhadap ketinggian. Meskipun tidak sampai fobia, perasaan takut yang menyebar di sekujur tubuh ketika berada di jembatan penyebrangan, misalnya, cukup mengganggu buat saya. Dan, jadilah kemarin pagi sebuah kesempatan belajar datang kepada saya. Saya ‘harus’ menyebrangi sebuah jembatan penyebrangan di daerah Sudirman. Ada 2 tujuan saya menyebrangi jembatan
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in;
Sebuah pelajaran menarik baru saja saya temukan dalam sebuah buku karya Richard Bandler. Saya tidak ingat persis bagaimana kalimatnya, namun kurang lebih isinya adalah seperti ini. “Anda bisa tersenyum jika ada seseorang yang tidak Anda kenal melakukan kesalahan kecil kepada Anda, seperti menyenggol atau menumpahkan sesuatu. Tapi entah mengapa, jika hal itu dilakukan oleh istri
Karena Kamu Istriku, Maka Aku Boleh Berkata Kasar PadamuRead More »
Ups, ada yang kelupaan dari judul di atas. Seharusnya, “Mengapa Hidup Serasa Begitu Sulit?”. Ya, ini adalah sebuah pertanyaan saya yang sedang kagum dengan kemampuan manusia mengendalikan pikirannya sendiri.
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
Semalam saya browsing artikel yang membahas mengenai Richard Bandler. Salah dua yang saya temukan adalah artikel berjudul “Brief History of NLP” dan “The Bandler Method”. Menarik mencermati bagaimana awal-awal NLP dikembangkan, yang benar-benar menggunakan cara-cara yang ‘aneh’ dan ‘gila’. Sebuah cara yang menurut saya memang umum ditempuh oleh para innovator.

Recent Comments