Khawatir. Demikian kata yang akrab dengar beriringan dengan merebaknya berita tentang krisis ekonomi global yang muncul beberapa waktu belakangan.Betapa tidak? Beberapa rekan sudah merasakan sendiri pemangkasan yang dilakukan oleh perusahaannya. Rekan yang lain bahkan sudah diberi paket hemat untuk dapat bekerja secara mandiri atau mencari perusahaan lain yang mampu mempekerjakan mereka. Semua karena apa?
Author: Teddi Prasetya
Manusia hidup itu karena ia belajar! Ups…tunggu dulu ah. Masak baru mulai sudah mengeluarkan pernyataan yang aneh-aneh. Hmm…tapi didengarkan dengan perasaan yang tenang…kalimat tersebut tidak aneh ah. Ya, karena memang demikian lah kenyataan yang kita alami.
The map is not the territory. Peta bukanlah wilayah yang sebenarnya. Presuposisi yang satu ini adalah senjata ampuh bagi praktisi NLP terutama untuk menerangkan bagaimana setiap manusia memiliki keunikan tersendiri karena setiap manusia menggunakan model dunianya masing-masing. Saya sendiri berpikir presuposisi ini adalah titik kunci pembeda NLP dengan yang lain. Karena itulah yang mendasari proses
Krisis ekonomi global. Nilai rupiah menurun. Dolar semakin tinggi. IHSG menakutkan. Ekspor menurun. Budget dipotong. Karyawan dikurangi. Para presiden pusing. Para menteri pening. Para pialang kriting. Jika Anda sama dengan saya, maka kata-kata di atas adalah kata-kata favorit berbagai media beberapa minggu belakangan. Sampai-sampai, saya menemukan sebuah lelucon yang menceritakan seorang anak yang mengatakan bahwa
Milton Model Continued Selain memanfaatkan pelanggaran Meta Model, Erickson rupanya juga menggunakan beberapa bentuk hypnotic language yang lain. Maka Bandler dan Grinder pun menemukan beberapa mode berikut ini. Tag Questions Membaca sampai di halaman ini, Anda tentu penasaran dengan apa yang akan Anda pelajari, bukan? Nah, saya baru saja menggunakan tag question. Model ini akan
Cukup lama saya ingin menulis artikel ini. Namun karena saya masih merasa ada bangunan ide yang masih membutuhkan penggodokan, maka baru hari inilah artikel ini selesai saya tulis. Dan, apakah yang membuat artikel ini lengkap? Sederhana. Yaitu sebuah pertanyaan yang diajukan oleh kawan baru saya, Pak Dr. Gunawan, yang saya kenal secara resmi 3 hari
“Dari tadi aku liat-liat, 2 orang ini nggak masuk-masuk, cuma di depan aja pake ID card ‘Tamu’, eh rupanya nggak mbayar toh. La wong aku aja mesti jual motor dulu buat ikut,” demikian seloroh yang saya dengar dari ‘Suhu’ Widyarto di Sabtu pagi minggu lalu. Saya dan Kang Asep Haerul Gani pun tertawa dan merespon
Dua Hari Jadi ‘Santri Kalong’ di Padepokan NLP-nya Kiai Ronny FurqoniRead More »
”Bagaimana seorang hipnotis bekerja?” tanya seorang kawan. ”Dengan mengucapkan kata-kata,” jawab saya. ”Hanya itu? Bagaimana dengan bandul, kursi malas, dll?” tanyanya penasaran. ”Ya, cuma itu, tanpa bandul dan kursi khusus. Hanya memang kata-katanya itu ada rahasianya,” sambung saya. ”Rahasia? Apa tuh?”
Ah, Anda masih ingat rupanya dengan nama Milton Erickson rupanya. Ya, setelah merumuskan Meta Model, Bandler dan Grinder kemudian diperkenalkan kepada Milton Erickson. Erickson adalah seorang psikiater dan psikoterapis kenamaan yang pernah ada di dunia. Saya katakan demikian, karena memang ia sangat fenomenal di jagat psikoterapi dan lebih khususnya hipnoterapi klinis. Ia telah merevolusi jagat
Sudah 1,5 tahun sejak pertama kali Indonesia NLP Society berdiri. Pertama kali mengusung tema Street Smart NLP, saya hanya berangkat dari sebuah tujuan sederhana: mempelajari NLP dengan benar dan mudah, serta murah. Selama kurun waktu tersebut pula, saya berinisiatif untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang memungkinkan bagi saya dan anggota komunitas ini untuk belajar secara

Recent Comments