Sekalipun bukan siswa yang pandai, sejak kecil nilai-nilaiku tidak pernah terlalu buruk. Ya, sedang-sedang saja lah. Dari SD berlanjut ke SMP aku menjalani kehidupan sebagai siswa yang baik (baca: belajar sesuai ketentuan untuk mendapatkan nilai yang bagus). Alhasil, meskipun bukan siswa terbaik, paling tidak aku selalu masuk dalam deretan sepuluh besar.

Dua tahun pertama aku mengendarai motor, aku amat jarang berjalan terlalu jauh dari rumah dan sekolah. Aku merasakan situasi jalanan yang cukup stabil ketika itu, karena memang jalan-jalan di sekitar rumahku tidak terlalu besar. Sesuatu yang mengejutkan ketika selepas SMU aku pindah ke Jogja, sebuah kota yang konon merupakan icon budaya di Jawa. Sebagaimana umumnya

Senyum dan Jalan RayaRead More »

“Bahasa menunjukkan bangsa”. Begitu yang sering kudengar. Artinya kurang lebih adalah bahwa sikap, perilaku, cara berpikir masyarakat amat mudah dicermati dari bahasa yang mereka gunakan. Semakin teratur dan tertata bahasanya, demikian pulalah orang-orang yang menggunakannya. Mengingat tulisan Masaru Emoto dalam The True Power of Water, wajar kiranya jika memang demikian. Kata-kata yang kita keluarkan akan

Sepatu Merah dan “Red Shoe”Read More »

Tiba-tiba aku teringat salah seorang keponakanku yang tidak pernah bisa diam. Dulu, ia suka sekali naik turun tangga rumahku dengan kecepatan tinggi padahal keseimbangannya belum terjaga. Setiap kali aku harus menemaninya ketika ia ingin naik ke lantai atas, sampai satu ketika ia tiba-tiba minta turun dengan ketakutan. Kata kakakku sih, di atas memang ada jin

Ketakutan dan KeberanianRead More »

Waktu kecil aku tidak pernah keberatan untuk berbagi gelas minuman dengan orang lain. Semuanya berubah ketika satu saat kakakku melihatku meminum sirup dari gelas seorang tamu yang berkunjung ke rumah. Ia pun menakut-nakutiku bakal tertular penyakit kalau kebiasaanku seperti itu. Kawan-kawanku amat suka makan di salah satu tempat makan dekat kantor, sebuah tempat yang tidak

Pengalaman PertamaRead More »

Beberapa hari yang lalu aku membaca tulisan Gede Prama. Di dalamnya ia berkata, “Tuhan menciptakan setiap hal dalam bentuk yang terbaik.” Wow! Sungguh sebuah kalimat yang menusuk pikiranku. Betapa tidak, ketika kecil aku ingin mobil-mobilan yang bisa kutarik dengan tali untuk kubawa berlari bersama teman-teman. Begitu mendapatkannya, aku pun menginginkan mobil-mobilan lain yang bisa digerakkan

Bentuk yang TerbaikRead More »

Pernah satu kali aku merasa aku tidak mampu berbicara dengan baik di hadapan banyak orang. Seorang guru kemudian menyuruhku berpidato di perpisahan kelas kami, dan aku bisa melakukannya. Pernah pula aku berpikir aku tidak memiliki keahlian untuk memimpin orang lain dengan baik. Bertahun-tahun kemudian aku ‘dipaksa’ memimpin sebuah tim yang terdiri dari orang-orang terbaik, dan

Belajar BersyukurRead More »