“Kita tak bisa menentukan kapan akan sampai, tapi kita bisa menentukan kapan harus berangkat.” Ada banyak hal yang bisa kita kendalikan dalam hidup. Begitu juga ada jauh lebih banyak hal yang tak bisa dikendalikan.
Author: Teddi Prasetya
“Belajarlah mula-mula tuk mengayakan batin. Agar kekayaan lahir jadi kemuliaan bagi dirimu.” Kadang aku risau dengan gebyarnya pengajaran tentang kekayaan material. Bukan tersebab ia buruk, melainkan jarang nan didahului tentang untuk tujuan apa kita memperkaya diri.
“Hadirnya kecewa, sebab terpasangnya harapan nan tak dilengkapi keikhlasan kala menjalankan.” #NasihatDiri
“Tak ada pekerjaan remeh, bagi pribadi yang tak remeh.” Segala kerja ada dalam pengaturan Allah. Dan Maha Suci Dia dari ketidaksempurnaan pengaturan. Maka berati-hatilah dengan pikiran diri yang menganggap remeh sebuah kerja yang telah Dia aturkan untukmu. Sungguh Dia lebih tahu apa yang kau butuhkan, sedang kau masih berkutat dengan terbatasnya akal.
Hampir 9 tahun lalu saat kami pertama kali tertarik menyelami khazanah kepemimpinan. Mulai dari merenungi berbagai pengalaman memimpin yang kami lalui di organisasi, hingga ratusan literatur yang kami lahap hingga kini. Diubek-ubek, diputer-puter, hampir begitu banyak pengalaman dan literatur bermuara pada beberapa komponen yang merupakan ciri perilaku kepemimpinan. Kok perilaku?
“Oh, dia ikut pelatihan kepemimpinan? Memangnya dia sudah promosi?” Demikian respon yang cukup sering saya dengar, semisal ketika ada seorang rekan yang masih berstatus sebagai staf atau team member, didaftarkan untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan. Sebuah pertanyaan standar yang memang masih menggelayuti pikiran banyak orang, yang rasanya perlu diluruskan.
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Tak terasa, sudah separuh Ramadhan terlalui. Sungguh hati bercampur rasa, antara cemas dan harap. Cemas, akankah diri ini termasuk yang semata mendapat lapar dan dahaga. Harap, semoga segala kekurangan digenapkan sempurna sebab kemurahanNya. Sementara harap dan cemas menyatu, terngiang suara para guru yang mengajarkan bahwa makna puasa adalah menahan. Secara fisik,
Oleh: Teddi Prasetya Yuliawan Setiap amal itu tergantung pada niatnya. Demikian ajaran agama menelusup dalam diri saya, yang juga begitu sering saya dengar dari banyak orang. Saya lansir, ia merupakan salah satu ajaran yang paling populer di kalangan orang awam. Meskipun, saya pun yakin bahwa makna aslinya banyak yang belum dipahami secara tepat.
“Kesabaran adalah Matahari” Demikian sebuah tulisan terpampang di belakang kaus para pelayan salah satu kedai makan di Jogja, beberapa tahun yang lalu saat saya masih kuliah. Sungguh saya bingung apa maksud tulisan tersebut saat pertama kali membacanya. Sebagai Informasi, kedai ini amat terkenal aneka sambalnya yang selalu bikin kita makin dekat dengan Tuhan, sebab sering

Recent Comments