“Latihan kepemimpinan sejati adalah kala tak punya posisi. Ketika tak ada yang bisa dipengaruhi kecuali diri sendiri.” Kepemimpinan selalu dimulai dari dalam. Ia tumbuh menghujam, sebelum menjulang tinggi. Sebab tingginya pohon memerlukan kokohnya akar.

“Pada dia yang kucinta, kadang ku tergoda mengiba imbalan. Beruntung segera kuinsyafi bahwa cinta adalah pemberian.” Sesejatinya cinta adalah pemberian. Tengoklah ketulusan pemberian seorang ibu pada anaknya. Ia lah wujud keluhuran cinta kala kita ingin melihatnya. Maka mudah lah bagi kita jika ingin mengukur apakah cinta ini telah murni. Yakni mencermati seberapa jauh diri ini

Memberi adalah Puncak Keinginan Para PecintaRead More »

“Pasanglah mimpimu hingga melangit. Pastikan langkahmu kokoh membumi.” Bermimpi itu wajib. Dan impian itu mesti besar. Sebab memang kemampuan bermimpi kita miliki tuk mengajak diri keluar dari kungkungan kebiasaan, keteraturan. Maka ajaran klasik masa kecil tuk bermimpi setinggi bintang di langit, jelas masih amat valid hingga kini. Lalu terbit lah sebuah tanya, “Apakah tak takut

Mimpi Langit, Langkah BumiRead More »

“Obatilah pikiranmu dengan ilmu.” Pikiran, sebagaimana tubuh, bisa sakit. Bedanya, sakitnya pikiran kan akibatkan kerusakan yang samar. Menggerogoti jiwa tanpa disadari, hingga rapuh, dan jauh dari cahaya kemuliaan. Dan apalah lagi arti diri jika jiwa tela rapuh?

Dipresentasikan pada “Indonesia Hypnosis Summit”, 28 April 2012 Sekian banyak penggunaan istilah spiritual, mengapa mengajukan satu lagi? Ya, memang begitu banyak hal kini dikaitkan dengan soal-soal spiritualitas. Dan hampir setiap konsep pengembangan diri yang masuk ke Indonesia, memiliki versi spiritualnya. Beberapa orang menganggap fenomena ini latah belaka, atau sekedar marketing model. Well, mungkin ada yang

Hypnosis and SpiritualityRead More »

“Sesejatinya kelezatan, hanya akan dinikmati setelah sepenuh sungguh melalui kesulitan.” Satu kali saya dipertemukan kembali dengan sebuah pertanyaan yang bertahun lalu pernah juga hadir dalam pemikiran. “Jika hidup ini tak ada hambatan sama sekali, apakah hal yang kau impikan?” Demikian bunyinya. Sungguh ini pertanyaan cerdik. Sebab ia sedang memancing munculnya hasrat terpendam kita akan apa

Kelezatan dan KesulitanRead More »

Kadang, saya mendapati diri saya memahami seorang pemimpin layaknya orang super yang datang dari langit. Tanpa sebuah proses, ia hadir dan menyelamatkan pengikutnya. Baru belakangan saya sadari, dan mulai bertanya-tanya: benarkah ada pemimpin besar yang demikian? Maka saya pun kembali menelusuri kisah hidup orang-orang yang dianggap sebagai pemimpin besar. Sembari, mencermati para pemimpin di sekitar

Setiap Pemimpin adalah Pemimpin DiriRead More »

Pernah suatu kali saya mendengar kalimat seperti ini, “Kalau semua orang mau jadi pemimpin, lalu pengikutnya siapa?” Kalimat yang sungguh menohok diri saya kala itu, sehingga membuat saya berpikir cukup lama hinga menemukan pemahaman baru.

“Sakit adalah saat bagi diri untuk mengenal tubuh lebih baik. Memahami apa yang terjadi. Mengenali apa yang mungkin terabaikan. Maka tiada yang layak diucap selain rasa syukur.” Akar dari kebanyakan masalah adalah ketidakseimbangan. Demikian sebuah nasihat pernah sampai pada kami. Yang berarti pula bahwa tak akan ada masalah jika semuanya seimbang. Ah, semudah itu kah?

SakitRead More »

“Hadirnya kecewa, sebab terpasangnya harapan nan tak dilengkapi keikhlasan kala menjalankan.” Kecewa adalah sebuah gejala, akan hadirnya hasil yang terkesan lebih rendah dari harapan. Ya, adakah orang yang kecewa kala mendapat hasil yang lebih baik dari harapan?