Selamat datang kembali di pintu persepsi! Jika pada tulisan yang lalu Anda sudah memahami bahwa persepsi Anda terbentuk melalui pintu yang dinamakan rep system, maka sesuai janji saya pada tulisan tersebut, kali ini kita akan belajar tentang proses mengenali dan memahami pintu persepsi diri kita sendiri dan orang lain. Masih ingat dengan NLP Presuposition? Nah, […]

Apa yang muncul dalam benak Anda jika saya minta untuk memikirkan secangkir coklat susu kental hangat? Gambaran sebuah cangkir berisi cairan berwarna coklat kental disertai asa lembut yang mengepul ke atas kah? Suara yang muncul ketika Anda sedang menyeruput secangkir coklat susu dengan penuh kenikmatan kah? Lidah yang bergejolak merasakan manis dan lembutnya kah? Harumnya

Pintu Persepsi-Bagian PertamaRead More »

“NLP itu pola pikir, bukan hanya teknik,” ujar salah seorang trainer NLP yang pernah menjadi instruktur dalam pelatihan NLP yang saya ikuti. Mendengar itu, saya yang belum lama mendengar istilah NLP pun sedikit penasaran: apa yang dia maksud dengan ‘pola pikir NLP’ itu. Sepenangkapan saya waktu itu, beberapa konsep dan teknik NLP yang diajarkan sebenarnya

Cara Berpikir Orang NLPRead More »

Loh, kok jadi sejarah? Well, saya mempunyai 2 alasan mengapa di artikel-artikel awal seperti ini justru membahas mengenai sejarah—sesuatu yang sering dianggap sebagai hal yang membosankan. Pertama, cara termudah yang sampai saat ini saya temukan untuk memberi pemahaman tentang gambaran besar NLP adalah dengan menerangkan sejarah kemunculannya. Kedua, mempelajari sejarah NLP menjadikan saya lebih obyektif

NLP for Dummies: History of NLP*Read More »

“Apa sih NLP itu?” Ini adalah pertanyaan standar yang seringkali muncul setiap kali saya berbicara tentang NLP. Namanya yang sedikit aneh memang membuat banyak orang mengalami have-no-clue syndrome ketika mendengarnya. Neuro-Lingustic Programming, apa itu? Sampai saat ini, saya pun juga belum menemukan definisi pasti dan formal mengenai NLP. Yang ada hanyalah definisi yang diuraikan oleh

NLP for Dummies: What is NLP?Read More »

Down to earth psychology. Inilah impian saya terhadap psikologi, ilmu yang saya cintai. Sebuah ilmu yang saya pelajari secara formal selama 3 tahun 8 bulan dan tetap menyisakan berbagai pertanyaan dalam benak saya. Itulah sebabnya, secara informal saya tidak pernah berhenti menjadi seorang mahasiswa psikologi meskipun tidak lagi di UGM, tapi di Universitas Kehidupan. Saya

Mengapa NLP dan Street Smart NLP?Read More »

Banjir di kotaku belum lagi usai. Jalanan yang sempat terendam memang sudah bisa kulalui lagi, namun tayangan terakhir menyampaikan masih ada air yang ‘berontak’ dan kembali menggenang di beberapa tempat. Pantas ataupun tidak, dalam hati kecil aku bersyukur rumahku sama sekali tidak tergenang air. Kukatakan pantas atau tidak, sebab sisi lain diriku mengatakan aku seharusnya

Banjir: Bersedih atau Bersyukur?Read More »

Tiga minggu menjalani ‘hidup baru’-ku setiap detik serasa menghadirkan beragam pencerahan dalam hati. Beberapa kebiasaan tentu berubah, mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi, selimut penutup keaslian masing-masing diri terbuka tanpa mampu ditutup lagi. Seperti pernah kuutarakan, menikah memang adalah anugerah kebebasan dari Tuhan yang luar biasa, tempat 2 orang saling menumpahkan segenap kemurniannya. Hmm…tidak

Setengah dan SetengahRead More »

Kurang dari 3 minggu menjelang hari H-ku, sebuah film disuguhkan kepadaku di malam minggu kemarin. Sebatas Aku Mampu, judulnya. Berkisah tentang pasangan muda, Ayub dan Ros, yang membina rumah tangga dengan keunikan masing-masing. Ros adalah seorang sekretaris pada sebuah perusahaan baru, pekerja keras, rajin, dan pintar, membuatnya dapat memperoleh peningkatan karir dengan cukup cepat. Ayub,

Pernikahan Menuju KebebasanRead More »