Jum’at malam. Aku mampir ke Gramedia Matraman sepulang kantor. Kondisi perut belum terisi, aku pun teringat ada penjual bakso yang cukup enak di toko buku itu: “Bakso Bang Eric”. “Bakso 2, pakai mihun, yang satu pakai bakso telur yang satu lagi biasa ya Bang,” ucapku memesan seperti biasa. Tidak sampai 5 menit, pesananku pun diantar […]

Beberapa hari belakangan aku ‘terpaksa’ naik mobil ke kantor setiap hari–sebuah kebiasaan yang setahun ini berusaha aku minimalisasi demi meningkatkan frekuensi membaca (sehingga aku lebih memilih naik bis) dan tentunya efisiensi dari segi pengeluaran. Melewati Mampang menuju Warung Buncit orang-orang tentu sudah tidak heran dengan apa yang akan mereka lihat: sebuah proyek pembangunan busway yang

Pemimpin IndonesiaRead More »

Akhir pekan kemarin aku mendengar sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ronan Keating. Cukup sering kudengar sebenarnya, namun entah mengapa saat itu terasa ada hal yang berbeda kurasakan. If tomorrow never comes Will she know how much I love her Begitu kira-kira lirik pada bagian refrain yang kuingat.

Agak ketinggalan zaman, aku baru saja membaca Angel & Demon-nya Dan Brown. Novel pertamanya yang baru ketahuan bagus setelah kehebohan yang dimunculkan ‘adik’-nya si The Da Vinci Code ini ternyata juga luar biasa jenius. Diceritakan bahwa Robert Langdon, sang ahli simbologi yang juga menjadi tokoh utama dalam Da Vinci menerima permintaan untuk mengungkap pembunuhan seorang

Bangsa Survivor atau Bangsa Inovator?Read More »

Libur lebaran seminggu kemarin menyisakan tawa dan cemas sekaligus padaku. Tawa, sebab selayaknya sebuah perayaan hari besar, lebaran memang penuh dengan canda tawa dan keramaian. Keluargaku lengkap berkumpul tepat sehari sebelum lebaran, berkeliling silaturahim hingga hari ketiga, menikmati Jakarta yang cukup lengang (kecuali setelah shalat Id yang memang macet luar biasa). Pokoknya, tidak satu pun

Hari Kemenangan?Read More »

Ramadhan tinggal menyisakan sedikit lagi hari. Sebelah tangan pun masih tersisa untuk menghitungnya. Mengingat pesan yang selalu dikumandangkan para penceramah sejak dulu, konon katanya kita akan kembali kepada fitrah setelah selesai bulan ini. Karena itulah kemudian kita pantas berpesta di hari yang dinamakan Idul Fitri. Sebuah pertanyaan menyeruak: benarkah aku akan kembali kepada fitrah beberapa

Sudahkah Fitrah?Read More »

Kemarin sore, aku membantu rekan-rekan kantor yang menjadi panitia peringatan Nuzulul Qur’an. Acara hampir dimulai, aku pun duduk sejenak di samping seorang rekan sembari menunggu para peserta berdatangan. Rekanku ini kukenal sebagai seseorang yang amat bersemangat ikut dalam berbagai kepanitiaan. Sudah tidak terhitung lah partisipasinya setahun belakangan ini. Dalam kepanitiaan kali ini pun, aku mengamati

Yang Terbuang dan Tersia-siaRead More »

Semalam aku buka puasa bersama keluarga di salah satu warung nasi kapau di kawasan Senen. Lama tak makan disana, aku tidak menyangka jika di bulan puasa, weekend pula, warung itu begitu ramai. Nyaris saja kami tidak mendapatkan tempat duduk. Untunglah, setelah sedikit bergerilya, ada beberapa orang yang bersedia meluangkan tempat duduknya bagi kami. Sembari menunggu

Bulan Orang TerpinggirkanRead More »

Jika ditanya salah satu hal yang paling menonjol ketika muncul Ramadhan, salah satu jawabannya adalah: kumpul. Parapekerja yang biasanya senang lembur, mulai bekerja dengan efektif sehingga dapat pulang tepat waktu demi berbuka bersama keluarga di rumah ataupun bersama rekan-rekan yang lain. Tidak tanggung-tanggung, seorang rekan bercerita bahwa ia sudah memiliki schedule yang cukup padat untuk

Kumpul-kumpul RamadhanRead More »

Seorang sahabat pernah berujar, “Kerja adalah sambilan pengisi waktu menunggu datangnya waktu shalat.” Sesaat, ini sebuah kalimat yang teramat dalam dan menyisakan keharuan buatku. Betapa tidak? Tampak bagiku kecintaan yang begitu dalam pada Kekasih-nya, sehingga selalu muncul kerinduan yang amat sangat dan hasrat yang amat tinggi untuk bertemu. Namun, lebih dalam kupikirkan, kurasa aku kurang

Kerja Pengisi Waktu?Read More »